
Polisi melalukan olah TKP di Kolam Renang Hud Hud karena salah seorang pengunjung tewas
KARAWANG – Kepolisian Sektor (Polsek) Rengasdengklok mengaku telah memeriksa pengelola kolam Renang Hud-hud yang berlokasi di Kecamatan Rengasdengklok. Sebab, satu pekan silam, seorang bocah tewas tenggelam di kolam renang tersebut.
“Kami telah memeriksa sejumlah saksi, termasuk pengelola kolam renang Hud-hud. Selaij itu kami puj telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP),” ujar Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek setempat, Iwan Budijanto, saat dihubungi, Selasa (2/11/2021).
Menurutnya, kasus tenggelamnya seorang pengunjung kolam renang Hud-hud kini masih dalam tahap penyelidikan. Sementara, pengelola Hud-hud dengan keluarga korban yang merupakan warga Kabupaten Bekasi telah melakukan perdamaian.
“Saksi-saksi termasuk pengelola sudah diperiksa semua. Namun, penyelidikan terkendala karena pengelola dan keluarga korban sudah melaukan perdamaian tanpa sepengetahuan polisi,” kata Iwan.
Dijelaskan, korban tenggelam teridentifikasi bernisisial GP (5), warga Kabupaten Bekasi. Peristiwa itu terjadi, Minggu (24/10/2021). Kronologis kejadian sekira pukul 13.00 WIB pada Minggu 24 Oktober 2021 korban bermain di arena kolam yang dalam.
Padahal, lanjut Iwan, korban ternyata belum bisa berenang. Dari keterangan saksi, korban korban langsung dievakuasi dan dibawa oleh pihak keluarga bersama pengelola Taman Hud-Hud ke RS Proklamasi Rengasdengklok.
Namun nyawa korban tak terselamatkan saat korban dibawa ke RS. “Kondisinya sudah meninggal dunia karena tenggelam dan diduga tak bisa berenang,” terangnya.
Iwan menjelaskan, pihaknya yang berada di TKP, langsung meminta bantuan kepada Unit Identifikasi (Tim Inafis) Sat Reskrim Polres Karawang guna melakukan olah TKP di lokasi tewasnya seorang bocah laki-laki di kolam renang Taman Hud-Hud.
“Pengecekan di TKP, dilakukan oleh Unit Identifikasi (Tim INAFIS) Sat Reskrim Polres Karawang dan Unit Reskrim Polsek Rengasdengklok,” jelas dia.
Pihaknya bersama Unit Identifikasi Polres Karawang sempat akan membawa jasad korban ke RSUD Karawang guna dilakukan otopsi, tersebut mendapat penolakan dari pihak keluarga korban.
“Rencana kita akan undang atau datangi keluarga korban untuk mendalami memintai keterangan peristiwa yang terjadi ini,” ungkap dia. (Red)
