
Pupuk bersubsidi.
KARAWANG-Ketua Umum Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Nasional, Winarno, Thohir, menyampaikan, saat ini para petani mulai memasuki musim tanam gadu, tetapi hampir semua wilayah di Jawa Barat sudah mengalami kesulitan memperoleh pupuk bersubsidi.
“Padahal realisasi penyaluran pupuk bersubsidi, baik urea, NPK maupun organik sudah mencapai 100 persen di hampir semua wilayah di Jawa Barat,” katanya dalam keterangan rilisnya kepada Prasastijabar.co.id, Selasa (8/9/2020).
Menurutnya, Sulitnya petani mendapatkan pupuk bersubsidi karena turunnya alokasi pupuk subsidi tahun 2020 yang ditetapkan pemerintah. Pada tahun ini, kuota pupuk subsidi untuk Jawa Barat setelah realokasi sebesar 388.400 ton, sementara pada tahun lalu volumenya bisa mencapai lebih dari 500 ribu ton. Alokasi pupuk bersubsidi nasional dalam dua tahun terakhir memang menurun.
Baca juga : Respon Kelangkaan Pupuk Subsidi, Komisi II Bakal Undang Dinas Pertanian
“Pada tahun 2018 pemerintah menetapkan alokasi pupuk bersubsidi 9,55 juta ton. Alokasi ini kemudian turun menjadi 8,87 juta ton pada 2019 lalu dan kembali turun menjadi 7,94 juta ton pada tahun 2020,” bebernya.
Dengan penurunan alokasi pupuk bersubsidi ini, sudah bisa dipastikan akan ada potensi kekurangan pupuk secara nasional seperti yang sudah dirasakan para petani di Jawa Barat dalam beberapa minggu terakhir.
“Petani saat ini sedang mengalami masa yang sulit, selain beberapa wilayah yang mulai terkendala kekeringan, pupuk subsidi pun sulit ditemukan di kios-kios. Saat ini urgensi kebutuhan petani adalah ketersediaan pupuk untuk hasil panen yang optimal” ungkap Winarno.
Di kesempatan lainnya, Endjam Djamsirm selaku ketua KTNA Kabupaten Karawang juga menyampaikan bahwa alokasi pupuk subsidi di wilayahnya sudah habis alokasinya bahkan banyak petani yang panennya terancam gagal.
“Sudah banyak petani mengadu ke kami terkait alokasi pupuk subsidi di wilayah Kabupaten Karawang sudah habis. Banyak petani yang tidak bisa menggarap lahannya karena tidak bisa dapatkan pupuk subsidi. Saya harap pemerintah dapat menambahkan alokasi pupuk subsidi sehingga Pupuk Kujang bisa menyalurkan pupuknya untuk petani” tandas Endjam. (rilis/red).
