9 Cara Pencegahan Penularan HIV AIDS

HIV (Human Immunodeficiency Virus), merupakan virus yang menyebabkan seseorang terjangkit penyakit AIDS. Salah satu virus berbahaya yang menimbulkan masalah serius pada seseorang yang terjangkit, bahkan dapat menyebabkan kematian.

Sistem kekebalan tubuh manusia akan dirusak jika HIV masuk kedalam tubuh. Sel darah putih yang berperan penting dalam sistem imun tubuh, akan mengalami kerusakan.

Dikutip dari situs who.int, HIV ini bisa menular dari satu orang ke orang lainnya. Siapapun perlu untuk mengetahui bagaimana virus HIV ini bisa menyebar. Agar seseorang tidak terjangkit, dan juga agar seseorang tidak menjadi penyebab virus ini menyebar.

Seperti yang dilansir situs halodoc.com, berikut dibawah ini kami rangkum cara pencegahan yang bisa dilakukan agar seseorang dapat terhindar dari penyebaran virus HIV :

1. Jangan Menjadi Donor Bila Positif

Seseorang yang dinyatakan positif HIV, tidak diperbolehkan untuk menjadi donor, baik itu donor darah, organ tubuh, sperma maupun plasma.

2. Terapkan Praktik Seks yang “Sehat”

Salah satu penyebab penyebaran HIV AIDS ini berawal dari praktik seks yang tidak sehat. Seperti praktik seks bebas, dan bergonta-ganti pasangan.

3. Hindari Penggunaan Narkoba

Jauhi penggunaan narkoba, apalagi jika berbagi jarum suntik dengan orang lain. Hal ini sangat berbahaya dan berpotensi terjangkit virus HIV.

4. Hindari Kontak dengan Darah

Virus HIV ini juga dapat menyebar melalui darah. Maka hindari kontak langsung dengan darah. Gunakan pakaian pelindung, masker dan kacamatan saat merawat orang lain yang terluka.

5. Lakukan Pengecekan Tubuh secara Rutin

Bagi yang memiliki usia 13-64 tahun, atau bagi seseorang yang memasuki masa aktif secara seksual, pekerja medis, atau lansia, dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan atau tes HIV secara rutin di Rumah Sakit atau layanan kesehatan terdekat.

6. Jujur pada Pasangan

Keterbukaan terhadap pasangan merupakan salah satu upaya dalam mencegah penyebaran HIV. Bagi seseorang yang dinyatakan positif HIV, dianjurkan untuk memberi tahu dan jujur pada pasangannya.

Pasangan dari seseorang yang terjangkit HIV perlu melakukan pemeriksaan atau tes HIV. Agar virus ini dapat terdeteksi sedini mungkin, dan dokter akan melakukan penanganan khusus jika memang pasangan tersebut juga positif HIV.

7. Sunat bagi Pria

Beberapa studi telah membuktikan bahwa sunat pada pria dapat membantu mengurangi risiko tertular HIV.

8. Diskusikan dengan Dokter bagi Ibu Hamil

Ibu hamil yang mengidap HIV perlu berbicara langsung dengan dokter mengenai risiko dan penanganan agar janin yang dikandung dapat terhindar dari infeksi HIV.

9. Lakukan Profilaksis Pasca Pajanan (PEP)

Profilaksis Pasca Pajanan atau Post-exposure Prophylaxis (PEP), merupakan bentuk perawatan untuk pencegahan HIV yang dilakukan ketika seseorang telah melakukan beberapa hal yang bersiko menyebabkan terinfenksi HIV.

Jika seseoarang merasa pernah melakukan beberapa hal yang berpotensi terpapar HIV melalui jarum suntik, seks maupun di tempat kerja, dianjurkan untuk segera menghubungi dokter dan pergi ke Unit Gawat Darurat (UGD) untuk mendapatkan penanganan khusus.

PEP harus segera dilakukan dalam 72 jam pertama dimulai saat seseorang melakukan terpajan HIV. Prosedur ini dapat mengurangi resiko seseorang terinfeksi HIV.

Seseorang akan diberikan obat-obatan yang perlu dikonsumsi kira-kira selama 28 hari ketika dalam masa perawatan PEP.

 

Baca juga

Leave a Comment