17 Pengedar Narkoba di Wilayah Cikampek Diringkus, Satu Tersangka Dilumpuhkan dengan Timah Panas

KARAWANG– Hanya dalam tempo dua pekan, jajaran Satuan Reserse Narkoba Kepolisian Resor Karawang berhasil membekuk 17 pelaku pengedar Narkotika berbagai jenis. Salah satu tersangka bahkan dilumpuhkan dengan cara ditembak karna berusaha kabur saat akan menunjukan tempat persembunyian komplotannya.

 

Selain menangkap tersangka pengedar, polisi juga menyita barang bukti Narkoba berupa 66,19 gram sabu, 5,5 Kg ganja, 3.802 butir pil hexymer dan tramadol, serta 100 butir pil psikotropika. “Mereka mengedarkan barang haram itu di wilayah Kecamatan Cikampek, Jatisari, Telagasar, Kotabaru, dan Cilamaya,” ujarKasat Res Narkoba Polres Karawang, AKP Arief Zaenal Abidin,saat menggelar konferensi pers di halaman belakang Mapolres setempat, Rabu (5/7/2023).

 

Dijelaskan, dari 17 tersangka itu delapan di antaranya merupakan pengedar Narkoba jenis obat keras tertentu (OKT). Mereka menjual barang terlarang dengan berkedok sebagai pelaku UMKM yakni membuka warung kelontong dan konter pulsa.

 

“Modus baru dari para pengedar OKT ini ialah berkedok toko kelontong. Ada juga yang mengedarkan OKT berkedok sebagai penjual pulsa. Dia menyatakan kalangan karyawan perusahaan atau karyawan pabrik,” kata Arief.

 

Disebutkan, delapan pengedar OKT itu, tujuh orang menjual pil hexymer dan tramadol dan seorang tersangka lainnya menjual pil psikotropika. “Adapun identitas ke delapan pelaku pengedar OKT itu berinisial PA, MI, SM, FA, B, I, R, dan FIS. Satu tersangka lainnya masih dalam pengejaran petugas,” ucap Arief.

 

Sementara, lanjut dia, dalam kasus peredaran sabu, polisi mengkat 6 tersangka pelaku dengan barang bukti sebanyak 66,19 gram. Para pelaku berinisial HB, H, B, PS, AP dan AS.

 

Dalam kasus peredaran ganja kering ada dua tersangka yang diciduk yakni AB dan AI. “Seorang di antaranya dilupuhkan dengan timah panas, karena hendak melarikan diri saat mengantar petugas untuk menunjukan tempat persembunyian temannya,” kata Arief.

 

Dijelaskan, pelaku pengedar narkotika jenis OKT, dijeray Pasal 196 Jo Pasal 197 yang di mana setiap orang yang dengan sengaja, memproduksi atau mengedarkan sediaan farmasi dan/atau alat kesehatan yang tidak memenuhi standar dan/atau persyaratan keamanan, khasiat atau kemanfaatan, dan mutu dan atau tidak memiliki izin edar, dapat dipidana dengan pidana penjara paling
lama 15 (lima belas) tahun.

 

Sementara untuk para pengedar narkotika jenis sabu, dijerat dengan Pasal 114 Jo Pasal 112 ayat 1 dan ayat 2 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman kurungan penjara minimal 4 tahun dan maksimalnya selama 15 tahun penjara.

 

Untuk tersangka pengedar ganja, kata Arief, dijerat Pasal 114 Ayat (2) jo 111 Ayat (2) Undang-Undang Republik Indonesia No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. “Setiap orang yang tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, atau menyerahkan dan atau menanam, memelihara, memiliki, menyimpan, menguasai, atau menyediakan Narkotika Golongan I dalam bentuk tanaman yang beratnya melebihi 1 (satu) kilogram atau melebihi 5 (lima) batang pohon pelaku dapat dipidana dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun,” kata Arief lebih lanjut.

 

Dijelaskan pula, penangkapan belasan pengedar Narkoba berbagai jenis itu, sebagai bukti keseriusan Satres Narkoba Polres Karawang dalam memberantas peredaran narkotika dan OKT di wilayah kerjanya.

“Di wilayah hukum Polres Karawang, dengan tegas kami menyatakan bahwa tidak ada ruang bagi pelaku tindak pidana pengedar maupun bandar peredaran narkotika. Kalian dapat berlari, namun tidak akan pernah bisa bersembunyi dari kami karena kami di latih untuk mencari dan menemukan kalian,” katanya.(red)

Baca juga

Leave a Comment