Viral Vidio RM Maranggi Tak Patuhi Protokol Kesehatan, Bupati Purwakarta Geram

Potongan vidio di salah satu RM Maranggi di Purwakarta yang diduga tidak mematuhi protokol kesehatan yang viral di media sosial

PURWAKARTA-Pasca pencabutan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di sejumlah wilayah Jawa Barat, dunia usaha, pariwisata hingga bisnis kuliner di Kabupaten Purwakarta mulai kembali dibuka. Sayang, hal itu tidak dibarengi dengan komitmen para pelaku usaha untuk menjalankan protokol kesehatan seperti imbauan pemerintah.

Seperti pada video yang diunggah salah seorang warganet, nampak kepadatan pengunjung terjadi di salah satu rumah makan sate maranggi yang diyakini berada di Kecamatan Bungursari itu ramai tanpa adanya jarak pemisah seperti yang diisyaratkan protokol kesehatan.

Mengatahui hal tersebut, Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika merasa geram. Ia pun kembali mengingatkan agar para pelaku dunia usaha tetap memperhatikan penerapan protokol kesehatan di tempat usahanya masing-masing.

Anne Ratna Mustika

Jika tidak diindahkan, maka Bupati Purwakarta yang akrab disapa Ambu itu, tak segan untuk melakukan penutupan tempat tersebut.

“Seperti diketahui, tempat-tempat wisata dan kuliner sudah boleh dibuka. Tetapi tetap harus menerapkan protokol kesehatan yang menyesuaikan dengan standar yang berlaku saat ini, jika melanggar, kami bisa menutup tempat tersebut,” kata Anne, Selasa (30/6/2020).

Apalagi, mengingat kepadatan pengunjung di salah satu rumah makan sate maranggi seperti yang tergambar di video tersebut, didominasi pengunjung dari luar Kabupaten Purwakarta.

“Secepatnya akan kita evaluasi penerapan protokol kesehatannya. Jika sudah sesuai standar protokol kesehatan Covid-19 berarti mereka bisa buka dan baru kita beri izin buka. Tapi kalau belum menerapkan tanda-tanda protokol kesehatan kami perintahkan untuk tidak buka,” tegasnya.

Sementara, Kepala Bidang Pariwisata pada Disporaparbud Kabupaten Purwakarta, Irfan Suryana mengatakan pihaknya telah mensosialisasikan edaran yang harus dijalankan oleh seluruh pengelola wisata, baik kuliner, alam maupun religi setelah lokasi mereka dibuka kembali.

“Salah satu poinnya, pengelola wisata wajib ngedepankan aspek kebersihan dan menjalankan protokol kesehatan seperti yang disyaratkan pemerintah,” ujarnya.

Pihaknya berharap, seluruh pengelola wisata hingga kuliner dapat menjalankan edaran tersebut demi kebaikan bersama. Termasuk, mengintensifkan penyemprotan disinfektan. Karena, bagaimana pun juga pengelola wisata wajib menjamin kenyamanan dan keselamatan pengunjungnya.(wes/zak)

Baca juga

Leave a Comment