Terungkap, Perekonomian Jabar Triwulan II 2020 Minus 5,98 Persen

Ridwan Kamil (kanan) UU Ruhzanul Ulum (kiri)/net.

JABAR-Imbas COVID-19 berkepanjangan sejak awal tahun 2020 berdampak pada perekonomian Provinsi Jawa Barat triwulan II 2020 anjlok minus 5,98 persen.

Hal itu terungkap dikatakan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, saat menyampaikan jawaban atas pandangan umum fraksi-fraksi DPRD Provinsi Jawa Barat terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran (TA) 2020 dalam rapat paripurna di Gedung DPRD Jabar, Kamis (24/09/2020) malam.

“Pandemik Covid-19 mengakibatkan perekonomian Jabar pada triwulan II-2020 minus 5,98 persen, mengakibatkan adanya penurunan aktivitas beberapa lapangan usaha di antaranya sektor industri pengolahan yang minus 3,39 persen dan sektor perdagangan yang minus 1,75 persen,” ucapnya dilansir Humas Jabar.



Sementara itu, terkait tanggapan tentang belanja daerah, Gubernur menyatakan, saat ini fokus belanja daerah tahun 2020 diarahkan untuk penanganan COVID-19 serta pencapaian tujuan dan sasaran pembangunan, khususnya bidang kesehatan, jaring pengaman sosial, dan pemulihan ekonomi.

“Pemerintah Daerah Provinsi Jabar telah melakukan refocusing dan realokasi belanja langsung dan belanja tidak langsung guna memenuhi kebutuhan anggaran penanganan COVID-19 yang dialokasikan dari Belanja Tidak Terduga (BTT),” ujarnya.

Menurut Gubernur, penyediaan anggaran bidang kesehatan dialokasikan sebesar Rp607,65 miliar dan penanganan social safety net dialokasikan sebesar Rp3,89 triliun serta anggaran penanganan dampak ekonomi dialokasikan sebesar Rp705,81 miliar.

“Penanganan bidang kesehatan diarahkan untuk pencegahan, deteksi, perawatan dan dukungan layanan kesehatan di rumah sakit rujukan COVID-19. Jaring pengamanan sosial diarahkan untuk pemberian bantuan tunai dan non tunai, pemenuhan logistik di kelurahan dan desa, penyediaan dapur umum dan penanganan sosial lainnya,” tutupnya. (red).

 

Baca juga

Leave a Comment