Ternyata Ini Penyebab Kecelakaan Cipularang

Kapolres Purwakarta, AKBP Matrius saat meninjau lokasi kecelakaan Cipularang.

PURWAKARTA – Kontur jalan menurun dan terdapat beberapa tikungan diduga menjadi salah satu penyebab sering terjadinya kecelakaan di ruas jalan Tol Cipularang terutama di kilomoter 100 hingga 90 jalur B arah Jakarta.

Kapolres Purwakarta AKBP Matrius mengatakan, akibat kondisi jalan tersebut jika kendaraan membawa muatan melebihi batas (overload), maka kendaraan tersebut berpotensi mengalami gangguan fungsi rem. Hal tersebut kerap dialami oleh kendaraan-kendaraan bertonase besar di jalan dengan kondisi menurun.

“Rata-rata para pengendara bukan menurunkan kecepatan, melainkan malah memacu kendaraan saat menghadapi turunan,” ujar Matrius saat meninjau kecelakaan di ruas Tol Cipularang, Rabu (11/9/2019).

Untuk itu, Matrius mengimbau kepada para pengendara yang melewati kilometer 100 hingga 90 jalur B arah Jakarta untuk mengurangi laju kendaraan.

Dia mengatakan, rambu-rambu lalu lintas di ruas itu sudah terpasang. Soal kecepatan, pada rambu ruas pun dijelaskan yaitu 80 kilometer per jam.

“Dan tentunya muatan kendaraan harus sesuai kapasitas jangan sampai overload, terutama truk,” kata dia.

Diketahui, belum lama ini tiga kecelakaan terjadi di Tol Cipularang dalam waktu yang nyaris berdekatan.

Pertama, kecelakaan maut yang terjadi kilometer 91 arah Jakarta pada Senin (2/9/2019). Tercatat, sebanyak 20 unit kendaraan berbagai jenis terlibat dalam insiden ini. Dalam peristiwa itu, empat mobil terbakar hangus, 25 orang mengalami luka ringan, tiga 3 orang terluka berat, dan 8 lainnya meninggal dunia.

Selang dua hari, pada Rabu (4/9/2019), sebuah truk trailer bermuatan gas mengalami kecelakaan tunggal. Peristiwa itu berlangsung di kilometer 86 arah Jakarta. Truk diketahui menghantam pembatas jalan, kemudian terguling ke bahu jalan.

Teranyar, Selasa (10/9/2019), kecelakaan Tol Cipularang terjadi di kilometer 92. Kecelakaan itu melibatkan lima unit kendaraan. Memang tak ada korban jiwa pada insiden tersebut, hanya saja pengemudi dan kernet truk tronton yang diduga menyebabkan kecelakaan tersebut mengalami luka-luka.

Atas tiga kecelakaan teranyar yang terjadi di ruas tol wilayah Purwakarta, Matrius pun turut mengimbau agar pengendara berhati-hati.

“Hati-hati saat berkendara, patuhi rambu-rambu lalu lintas,” ujar Matrius. (wes/red)

Baca juga

Leave a Comment