Tentara Dilatih Penanggulangan Kebakaran Hutan

Latihan Penanggulangan Bencana kebakaran lahan dan hutan di lapangan Batalyon Armed 9 Pasopati Kostrad Purwakarta.

PURWAKARTA – Divisi Infanteri 1 Kostrad gelar latihan Penanggulangan Bencana kebakaran hutan dan lahan (Gulben Karhutla) di lapangan Batalyon Armed 9/2/1 Kostrad Purwakarta.

Hal tersebut dilakukan sebagai kesiapsiagaan dan upaya meningkatakan kemampuan prajurit TNI AD dalam menangani menangani Gulben Karhutla secara benar, prosedural dan profesional.

Komandan Resimen Armed 2/1 Kostrad, Letkol Arm Johanes Toar Pioh mengatakan, latihan tersebut sangat penting dilakukan sebelum terjadinya kejadian kebakaran lahan dan hutan.

“Sehingga saat kebakaran itu benar-benar terjadi, kita semua sudah memiliki dasar tentang apa apa yang harus dilakukan,” kata Johanes. Kamis, (5/9/2019).

Ditambahkannya, penanganan kebakaran hutan ini merupakan tanggung jawab bersama dan harus melibatkan semua pihak
Selain TNI-Polri, keterlibatan berbagai unsur masyarakat baik relawan, perguruan tinggi, ulama, dan juga tokoh masyarakat serta budayawan juga penting untuk mencegah terjadinya kebakaran.

“Kebakaran merupakan salah satu ancaman yang berbahaya dan dapat mengakibatkan kerugian harta, benda bahkan nyawa serta korban lainnya, jika kita tidak waspada maka akibatnya akan fatal, lakukan upaya yang tepat dalam mencegah bahaya kebakaran dan upayakan juga untuk tidak panik. Maka dari itu mari bersama-sama menjaga lingkungan kita,” jelas Danmen.

Sebelumnya dikatakan Panglima Divisi Infanteri 1/Kostrad, Mayjen TNI Agus Rohman, tujuan dari pelatihan ini agar peserta mengerti dan mampu melaksanakan tugas penanggulangan bencana kebakaran jika dibutuhkan sewaktu-waktu, dihadapkan dengan kondisi kemarau yang berkepanjangan.

“Pada musim kemarau tentunya dampak kebakaran dalam skala besar bisa terjadi setiap saat,” ungkap Agus saat apel sebelum latihan Gulben Kartuhala

Dalam setiap Penanggulangan Bencana, lanjut Pangdiv 1 Kostrad, diperlukan sinergitas dan kesatuan komando serta koordinasi yang melekat antar-aktor kemanusiaan.

“Melalui latihan ini, nantinya peserta akan diberikan berbagai macam gambaran dan permasalahan aktual tentang bencana alam yang memerlukan pemecahan secara komprehensif dan terintegrasi,” ujarnya.

Diketahui pelatihan ini, diikuti berbagai instansi seperti TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jawa Barat (BPBD JABAR), Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (DPKPB) Kabupaten Purwakarta, Satpol PP Kabupaten Purwakarta, LSM,PR Pramuka, pelajar SMK dan masyarakat. (wes/naz)

Baca juga

Leave a Comment