Ngaku Polisi, Pemuda Ini Rampas Puluhan HP Dari Sejumlah Korban

Kedua pelaku saat diamankan di Mapolsek Bungursari, Polres Purwakarta.

PURWAKARTA-Dengan modus mengaku sebagai anggota polisi, seorang pemuda bernama Angga Darmawan (31), sukses mengancam dan merampas puluhan handphone dari sejumlah remaja yang menjadi korbannya.

Pelaku yang merupakan warga pasar Senin, Kelurahan Purwamekar, Kecamatan/Kabupaten Purwakarta itu, diringkus jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Bungursari, Polres Purwakarta, setelah beraksi sebagai polisi gadungan.

Kapolres Purwakarta, AKBP Indra Setiawan mengatakan, target incaran pelaku rata- rata sekumpulan remaja. Dalam aksinya, pelaku mengaku dari anggota SatRes Narkoba, kemudian pelaku memeriksa handphone para remaja tersebut.



“Pelaku berpura-pura mengecek handphone milik anak-anak muda yang berkumpul terkait kepemilikan narkoba. Kemudian, pelaku menuduh jika mereka menyimpan narkoba jenis ganja lalu merampas handphonenya,” terang Indra saat menggelar konferensi pers di Mapolsek Bungursari, Rabu (14/10/2020)

Berdasarkan pengakuan pelaku, lanjut Indra, profesi sebagai polisi gadungan tersebut, sudah pelaku jalani selama tiga bulan terakhir. Dengan memakai pakaian seperti polisi serta membawa pistol mainan, pelaku beraksi seolah- olah sedang melakukan operasi layaknya anggota polisi sungguhan. Pelaku beraksi di sejumlah wilayah di Kabupaten Purwakarta.

“Selama ini pelaku sudah melancarkan aksinya di 21 tempat di wilayah Purwakarta dan berhasil menggasak 49 handphone berbagai merek dari anak-anak muda yang umumnya berstatus pelajar,” jelasnya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya itu, pelaku yang pernah bekerja di sebuah koperasi di Purwakarta itu dijerat Pasal 368 KUHPidana tentang pencurian dengan kekerasan dan atau pemerasan dan pengancaman.

“Dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara” tegasnya.

Selain menangkap polisi gadungan, sambung Indra, Polsek Bungursari pun meringkus Dadan Ramdani (27) warga Desa Cibening, Kecamatan Bungursari, Kabupaten Purwakarta yang berperan sebagai penadah barang rampasan polisi gadungan tersebut.

Selain melalui penadah, pelaku juga menjual barang hasil kejahatannya itu dengan cara menawarkan barang tersebut di grup Facebook Forum Jual Beli HP bekas. Setelah ada pembeli yang minat langsung melanjutkan komunikasi via inbox Facebook, setelah cocok harganya, kemudian dilakukan transaksi secara cash on delivery (COD).

“Saat ditangkap, dari tangan pelaku, petugas mengamankan sejumlah barang bukti, seperti lima buah handphone berbagai merek, sebuah pematik api model senjata api jenis revolver, sebuah sarung senjata warna hitam, dua buah kaos coklat polisi, sebuah jaket jeans warna hitam, sebuah celana kain warna coklat.” Pungkas Kapolres.

Berikut sejumlah wilayah di Kabupaten Purwakarta yang menjadi tempat aksi polisi gadungan tersebut :

-Wilayah hukum Polsek Bungursari, 2 TKP dan berhasil merampas 8 buah handphone.

-Wilayah hukum Polsek Purwakarta kota, 5 TKP dengan hasil rampasan 13 buah handphone.

-Wilayah hukum Polsek Campaka, 5 TKP dengan hasil rampasan 8 buah handphone.

-Wilayah hukum Polsek Cibatu, 2 TKP dengan hasil rampasan 4 buah handphone.

-Wilayah hukum Polsek Jatiluhur, 1 TKP dengan hasil rampasan 2 buah handphone.

-Wilayah hukum Polsek Bojong, 2 TKP dengan hasil rampasan 2 buah handphone.

-Wilayah hukum Polsek Wanayasa, 3 TKP dengan hasil rampasan 4 buah handphone.

-Wilayah hukum Polsek Darangdan, 1 TKP dengan hasil rampasan 4 buah handphone.

-Wilayah hukum Polsek Pasawahan, 2 TKP dengan hasil rampasan 4 buah handphone. (wes/tif).

Baca juga

Leave a Comment