
Pihak Pusekesmas Tegalwaru Tengah Melakukan Penanganan Korban Keracunan.
PURWAKARTA – Setelah sebelumnya sempat mendapatkan penanganan medis, puluhan korban diduga keracunan massal di Kamping Cisarua Desa Sukamulya, Kecamatan Tegalwaru Kabupaten Purwakarta, kini keadaannya sudah membaik dan diizinkan kembali ke rumah masing- masing.
Ami (40) warga setempat yang merupakan salah satu korban diduga keracunan menyebutkan, jika sebelumnya ia mengalami pusing dan mual pada Minggu (3/11/2019) pagi setelah sebelumnya menyantap hidangan pada acara ulang tahun dari salah satu tetangganya, setelah itu dirinya mendapatkan penanganan pertama dari pihak medis Puskesmas Kecamatan Tegalwaru di rumah Bamusdes setempat.
“Iya awalnya pusing dan mual tapi alhamdulilah sekarang sudah membaik, hanya merasa lemas saja,” ujarnya. Senin, (4/11/2019).
Sementara berdasarkan keterangan dari pihak medis klinik di Kecamatan Plered dan Sukatani tempat dimana korban dirawat memberikan diagnosa yang sama, mereka terserang penyakit gastroenteritis (GEA) yang menyebabkan pasien muntah dan diare akibat infeksi atau peradangan pada dinding saluran pencernaan, terutama gangguan pada lambung dan usus.
Baca Juga: Santap Nasi Uduk, Puluhan Warga Tegalwaru Keracunan
Terutama lambung dan usus. Kedua pasien yang dirawat rawat di kedua klinik tersebut telah pulang sejak tadi pagi.
“Iya kemarin sore sempat ada beberapa pasien dengan gejala muntah dan diare. Tapi tadi pagi sudah membaik dan diizinkan kembali pulang,” kata Yuni, salah satu dokter jaga di salah satu klinik di kecamatan Plered.
Hingga kini, setidaknya 55 orang yang terdiri dari anak- anak dan dewasa dikabarkan turut menjadi korban diduga keracunan massal tersebut.
Untuk memastikan penyebab pasti keracunan tersebut, kini Polisi sedang melakukan penyelidikan.
“Barang bukti berupa makanan sudah kita amankan untuk kemudian dilakukan cek laboratorium, nanti kita tunggu hasilnya” jelas Kapolsek Plered, Kompol Slamet Harijanto. (wes/naz)
