Gandeng Polres Purwakarta, Apdesi Persempit Ruang Peredaran Narkoba

Apdesi dan Polres Purwakarta saat menggelar sosialisasi bahaya Narkoba di wilayah Kecamatan Bojong

PURWAKARTA-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purwakarta melalui Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) setempat persempit ruang gerak peredaran Narkoba dengan melakukan sosialisasi bahaya narkoba ke desa-desa.

Ketua Apdesi Kabupaten Purwakarta, Dasep Sopandi mengatakan, kegiatan tersebut bekerjasama dengan jajaran Polres Purwakarta dan waktu sosialisasi bahaya Narkoba itu pun dibagi dalam beberapa gelombang.

Hal itu sesuai arahan Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) setempat.



“Di mulai dari gelombang 1, itu dimulai bulan Oktober hingga bulan November, sasarannya desa-desa di wilayah Kecamatan Sukatani dan Bojong. Kemudian gelombang ke II desa- desa di Kecamatan Pasawahan, Pondoksalam dan Wanayasa dan seterusnya hingga seluruh kelurahan dan Desa di Kab Purwakarta semuanya dapat menggelar sosialisasi tersebut,” terang Dasep usai menggelar sosialisasi bahaya Narkoba di Desa Kertasari, Kecamatan Bojong, Selasa (13/10/2020).

Menurutnya, sosialisasi bahaya Narkoba penting dilakukan sebagai benteng masyarakat dalam memerangi peredaran narkoba yang saat ini sudah secara masif masuk ke kampung-kampung.

“Oleh karena itu, peserta dari sosialisasi bahaya narkoba ini, diutamakan perangkat desa seperti RT, RW, dan Linmas. Karena mereka menjadi ujung tombak dan bersentuhan langsung dengan masyarakat” ucapnya.

Terpisah, Kapolres Purwakarta AKBP Indra Setiawan melaui Kasat Narkoba AKP Heri Nurcahyo menambahkan, dengan diberikannya pemahaman akan bahaya Narkoba, diharapkan peserta sosialisasi menjadi agen- agen kepolisian dalam menekan angka peredaran Narkoba.

“Dengan mereka faham (Masyarakat/aparat desa- red) akan bahaya Narkoba, minimal dapat meneruskan ilmu yang didapat dari sosialisasi ini ke keluarganya atau lingkungannya. Sehingga, jika masyarakat semakin faham bahaya narkoba dan resiko yang akan ditanggungnya, maka sedikit- sedikit peredaran narkoba dengan sendirinya dapat berkurang,” jelasnya.

Selain itu, Heri mengharapkan peran aktif masyarakat terutama aparat desa untuk segera melaporkan jika dilingkungannya terdapat peredaran Miras hingga Narkoba.
Peran masyarakat sangat diperlukan mengingat keterbatasan jumlah aparat disetia wilayahnya.

“Tidak mungkin juga, kita (anggota Polisi- red) dapat menjangkau seluruh pelosok di desa- desa, jumlah kita terbatas. Untuk itu, mohon dibantu, jika masyarakat atau aparat desa mengetahui ada peredaran Narkoba, segera laporkan dan secepatnya kami lakukan penindakan,” pungkasnya.(wes/zak)

Baca juga

Leave a Comment