Biro Perjalanan Umrah di Karawang Diminta Tunda Pemberangkatan Jemaah ke Tanah Suci

KARAWANG – Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Karawang, Rojak, meminta semua penyelanggara perjalanan umrah di wilayah kerjanya menunda pemberangkatan jemaah umrahnya ke Tanah Suci. Hal itu dilakukan guna menjaga keselamatan mereka akibat terjadi perang terbuka antara Israil dengan Iran.

“Sesuai arahan Pak Wamen, kami mengimbau jemaah dan penyelanggara perjalan umrah untuk melakukan penundaan,” ujar Rojak, Rabu (4/3/2026).

Kendati demikian, Rojak mengakui seruannya baru bersipat imbauan karena belum ada surat resmi dari Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Jawa Barat. “Kami sedang menunggu surat edaran resmi dan Kakanwil. Jika SE itu telah terbit akan dijadikan sebagai dasar kebijakan lanjutan di daerah,” katanya.

Dalam kesempatan itu Rojak juga mengaku masih menelusuri kemungkinan adanya jemaah umrah asal Karawang yang terjebak di kawasan Timur Tengah akibat eskalasi perang yang terus meningkat. Pihaknya telah berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan kondisi dan keselamatan jemaah.

Pencarian informasi, sambung dia, di antaranya dilakukan melalui Ketua Forum Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) di Karawang. Info yang dibutuhkannya adalah tentang ada tidaknya jemaah yang terdampak langsung oleh konflik tersebut.

“Kami sedang mencari tahu lewat ketua forum PPIU. Sampai sekarang belum dapat infonya,” ujar Rojak.

Dia berharap situasi geopolitik di Timur Tengah segera mereda agar tidak berdampak pada kelancaran ibadah umrah jemaah asal Indonesia, khususnya dari Karawang.

“Harapan kami sih perang segera berakhir. Jika tidak, dapaknya bakal mengacaukan rencana perjalanan ibadah haji dari Indonesia yang telah disusun dari sekarang,” tutup dia.

Sementara itu, salah satu calon jemaah umroh Kabupaten Karawang, Nopian masih berharap bisa berangkat ke Tanah Suci sesuai jadwal dari biro perjalanan ibadah Umrohnya Sanema Tour. Dia mengaku belum mendapatkan kabar terkait penundaan keberangkatannya.

Menurut Informasi yang diterimanya, lanjut dia, tidak ada pembatalan atau penundaan keberangkatan bagi jemaah yang terbang langsung dari Indonesia ke Saudi Arabia. Pembatalan hanya berlaku bagi jemaah yang perjalannya ada transit seperti ke Uni Emirat Arab atau Qatar terlebih dahulu.

“Penundaan untuk yang transit. Kalau yang langsung ke Arab Saudi kabar dari travel masih bisa. Namun kami masih menunggu informasi lanjutan,” kata Nopian yang mengaku jadwal keberangkatannya ke Tanah Suci sehabis Lebaran ini.(red)

Baca juga