Berawal Dari Iseng, Mantan Penjahit Ini Sukses Wirausaha Akuarium Berminiatur Air Terjun

Akuarium miniatur air terjun.

PURWAKARTA-Berawal dari iseng dan ketertarikannya dalam dunia seni landscape, seorang mantan penjahit Hendi Andriana (35), warga Purwakarta kini beralih profesi menjadi pengrajin akuarium berkonsep miniatur air terjun yang menghasilkan pundi-pundi rupiah.

Selain untuk memasok kebutuhan konsumen lokal, kini buah tangannya yang sudah ia geluti sejak empat tahun lalu itu, sukses pula merebut hati konsumen dari pelbagai negara di dunia.

“Ini awalnya coba-coba bikin aja, tadinya kan saya bikin akuarium, enggak lama saya lihat ada air terjun di dalam aquarium, saya coba padukan dan promosikan hingga banyak yang suka,” ujar Hendi, Senin (22/6/2020).

Baca juga : Gugus Tugas Covid-19: AKB Membiasakan Diri dengan Protokol Kesehatan

Menurut Hendi, proses pembuatan satu buah akuarium miniatur air terjun berukuran sedang berkisar lima hari dengan bahan yang mudah didapat disekitar bahkan menggunakan barang bekas.

Dalam satu hari, ia mampu membuat kerangka sebanyak 10 buah. Tidak hanya itu, Selain di dalam akuarium, Hendi kerap membuat miniatur air terjun di dalam kotak TV, di dalam kaleng kerupuk dan di benda-benda yang memiliki kaca sebagai objek pandang.

“Kalo masalah berguru saya enggak berguru, saya coba-coba sendiri makanya saya ini bahannya juga lain dari orang biasa bikin, kalau orang-orang bikin dari batu asli kayak laparo, kalau saya cuma pakai barang-barang bekas kayak gini lah, dari pada dibuang istilahnya mending saya manfaatin aja,” terangnya.

Sementara, untuk harga bervariatif tergantung ukuran dan tingkat kesulitan. Harga persatu buah miniatur air terjun ini mulai dari Rp500 hingga Rp6 Juta.

“Untuk harga pasaran minimal paling murah full setnya itu saya jual 500 itu untuk ukuran yang panjang 40 cm lebar 30 cm terus tinggi 35 cm, yang paling mahal yang pernah saya kerjain satu tanknya itu bisa sampai 6 juta itu buat ukuran yang satu meter setengah,” jelasnya.

Hasil karya Hendi kini selain diminati konsumen dari berbagai daerah di Indonesia juga diminati hingga mancanegara, namun ia mengaku terkendala pada proses pengirimannya.

“Yang beli sudah banyak kayak dari Bali, Sumatera, Kalimantan. Keluar negeri sudah ada yang pesan cuma saya bingung pakai paket apa. Jasa paket kebanyakan enggak terima pengiriman barang kayak gini,” keluhnya.

Diketahui, proses pembuatan aquarium miniatur air terjun tersebut dimulai dengan membuat adonan dari semen dan pasir sebagai perekat dan penutup lapisan utama.
Setelah itu, Hendi mulai membuat rangka setelah sebelumnya menyusun saluran filter untuk mesin pendorong air terjun. Untuk rangka miniatur air terjun, Hendi menggunakan Styrofoam bekas yang disusun sedemian rupa dan diberi lapisan adonan semen.

Kerangka dibiarkan kering, lalu diberikan lapisan cat untuk memberi kesan natural, untuk memberikan kesan nyata, Lalu Hendi menghiasinya dengan ditempel rumput dan tanaman sintesis. (wes/tif).

Baca juga

Leave a Comment