
Isna perlihatkan foto ibunya, Neng Oyah Aipah.
PURWAKARTA-Seorang Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Purwakarta, Neng Oyah Aipah (43) yang sempat dikabarkan tidak bisa dihubungi keluarga selama enam bulan terakhir dan mendapatkan perlakuan kasar dari majikannya di Arab Saudi dibantah sang anak.
Isna Nurrohmah (19) anak kedua dari TKW tersebut mengatakan, saat ini ibunya yang sudah sejak tiga tahun terakhir menjadi buruh migran tersebut keadaannya baik- baik saja. Bahkan diakuinya, tadi pagi pun ibundanya tersebut masih masih sempat berkomunikasi via seluler dengan keluarganya yang berdomisili di Kampung Krajan, RT 011 RW 005, Desa Sawahankulon, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Purwakarta.
“Saat ini kondisi mamah baik, kalau pun ada masalah itu bukan karena disiksa majikan melainkan ketakutan ada teman mamah yang penyuka sesama jenis (Lesbi- red) dan terkait upah atau gaji yang tidak tepat waktu alias ditangguhkan terus sama majikannya,” kata Isna kepada PrasastiJabar.com. Rabu (15/1/2020).
Baca juga : Pelayan Warung di KM 88 Cipularang Dicabuli Majikan
Saat pertama kali ibundanya pergi menjadi TKW, ditambahkan Isna, saat itu dirinya masih duduk di bangku SMP atau masih berusia sekitar 15-16 tahun. Permasalahan ekonomi keluarga saat itu menjadi salah satu faktor yang mendorong ibundanya memilih bekerja di negeri orang. Sementara, sang ayah Wahyudin (48) bekerja di sebuah tempat sablon di Jakarta.
“Bila ingat mamah jelas saya sedih, saya ingin mamah cepat pulang dan ada di rumah. Sudah jangan mikirin biaya sekolah aku dan adik-adik lagi. Aku gak butuh kemewahan, gak butuh uang banyak, cukup mamah bisa di sini dan bahagia lagi di sini bersama keluarga,” lirihnya.
Selama di negara timur tengah, ibu dari empat orang putra- putri tersebut bekerja di sebuah salon dan tidak pernah ada masalah dalam pekerjaannya.
“Mamah nyaman saat itu kerja di salon, tapi setelah pulang ke Indonesia dan balik lagi ke sana justru diambil oleh teman majikannya dan tak bekerja di salon lagi sehingga mulai lah ada masalah,” ujarnya.
Sebelumnya, sempat dikabarkan majikan Neng Oyah, lanjut Isna, akan memulangkan Neng Oyah ke Indonesia seminggu lagi, tetapi tiga orang temannya melarikan diri dari tempat tersebut dan Neng Oyah difitnah menjadi pemicunya.
Meski begitu, meski tak menentu waktu dan nominalnya, untuk membantu kebutuhan keluarga, Neng Oyah selalu mentransferkan penghasilannya menjadi buruh migran tersebut.
Baca juga : Bedakan Ular Berbisa dan Tidak, Ini Kata Komunitas Natrix Purwakarta
“Jadi mamah itu sekarang diawasi polisi di sana. Tapi kalau komunikasi mah lancar dan bila kami perlu uang juga dikirimin sama mamah, ada Rp2 juta, Rp3 juta atau Rp 5 juta. Uang itu biasanya digunakan untuk uang pendidikan saya dan adik- adik. Jadi sebutuhnya berapa baru mengirim,” ucapnya.
Isna yang merupakan anak ke dua dari Neng Oyah Aipah itu, saat ini tercatat sebagai mahasiswi jurusan IT semester 3, kampus LP3I Purwakarta. Ia dan keluarga berharap, ibundanya tersebut diberi kelancaran dan segera kembali berkumpul dengan keluarga dalam keadaan tak kurang apa pun.
“Ya semoga saja, mamah cepat pulang. Kami keluarga sangat sedih takut mamah disana gimana-gimana,” pungkasnya. (wes/tif).
