
Aira (kiri) bersama temannya belajar di kantor desa.
PURWAKARTA-Ratusan siswa/siswi SDN Malangnengah 1 terpakasa harus tetap belajar meski dengan segala keterbatasan ruang kelas yang sederhana dan sempit karena menumpang di salah satu ruangan Kantor Desa Malangnengah, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Purwakarta.
Aira (10) salah satu siswi yang saat ini menginjak kelas IV itu mengaku tidak betah belajar di tempat barunya tersebut. Ruangan yang sempit menjadi salah satu alasannya.
“Enggak betah aja, kelasnya sempit, panas, terus agak gelap juga pokonya mah enggak betah weh,” ujar Aira saat ditemui Prasatijabar.com di ruang belajarnya. Selasa (7/1/2020).
Baca juga : Tergerus Proyek KCIC, Siswa Terpaksa Belajar di Kantor Desa
Senada, Erna teman sebayanya Aira menambahkan, belajar di tempat barunya tersebut tidak senyaman saat dirinya belajar di ruang kelas sekolah yang kini tinggal kenangan. Sehingga, ia mengaku merasa kurang konsentrasi saat guru-gurunya memberikan materi pembelajaran.
“Ya pasti enggak nyaman belajarnya, kan ini mah bukan sekolah, ini mah kantor desa,” ucapnya.
Keduanya mengaku ingin secepatnya pindah dan belajar di ruang kelas baru yang saat ini sedang dalam tahap pembangunan. Meski begitu keduanya belum tahu kapan akan segera pindah dan hanya menunggu pengumuman dari guru mereka.
“Belum tahu kapan pindahnya, belum diumumkan, maunya mah secepatnya,” pungkasnya berbarengan.
Diketahui, SDN Malangnengah 1 Sukatani terpakasa dirubuhkan akibat terdampak proyek Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), sehingga proses belajar mengajar sementara dipindahkan ke kantor desa setempat sambil menunggu pembangunan sekolah baru hasil dari kompensasi proyek KCIC yang berlokasi sekitar 1, 5 km dari sekolah sebelumnya. (wes/tif).
