Antisipasi Narkoba di Lingkungan Pendidikan, Polres Purwakarta Gelar Penyuluhan ke Guru BK

Puluhan Guru BK dibawah naungan Kemenag Kabupaten Purwakarta ikuti penyuluhan bahaya narkoba

PURWAKARTA-Mengingat bahaya narkoba sudah memasuki berbagai element masyarakat bahkan hingga menyasar lingkungan sekolah, puluhan pegawai dibawah Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Purwakarta mengikuti penyuluhan bahaya Narkoba, Selasa (7/1/2020) di Aula Madrasah Aliyah (MA) Al-Manar, Jalan Punawarman Barat, Kelurahan Sindangkasih, Purwakarta.

Diketahui para peserta ini sebagain besar merupakan Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan dan Guru Bimbingan Konseling (BK) yang mengajar di sejumlah sekolah dibawah naungan Kemenag Purwakarta.

Baca Juga: Polres Purwakarta Sosialisasikan Bahaya Narkoba kepada Pelajar

Kapolres Purwakarta AKBP Matrius melalui Kasat Narkoba AKP Heri Nurcahyo yang dalam kesempatan tersebut menjadi narasumber, meminta kepada para peserta yang hadir, memberikan pengawasan ketat kepada anak didik mereka.

“Agar peredaran narkoba bisa ditekan, karena peredaran narkoba ini marak termasuk di Purwakarta, tidak pandang usia dan golongan,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kasat Narkoba juga menjelaskan tentang ciri-ciri khusus pemakai atau pecandu narkoba. Sehingga dengan mengenali ciri ini bisa menjadi benteng sekaligus penanganan dini kepada pelaku penyalahgunaan narkoba, terutama di kalangan remaja atau pelajar.

Baca Juga: Cegah Narkoba Masuk Sekolah, Polres Purwakarta Sosialisasi P4GN di SMK Taruna Sakti

“Karena Narkoba merupakan tanggung jawab bersama sehingga semua element masyarakat harus turut serta berperan aktif dalam pengawasan dan pencegahannya,” ujarnya.

Sementara, Kepala Kemenag Kabupaten Purwakarta, H Tedi Ahmad Junaedi melalui Kasi Pendidikan madrasah, Drs H Chairil Arief Anwar mengatakan, kegiatan ini merupakan salah satu upaya dalam membentengi madrasah dari bahaya narkoba.

“Melalui kegiatan ini ,mengetahui tentang bagaimana narkoba, apa saja jenisnya, baik dari jumlahnya, kemudian cara-cara menanggulanginya dan tentu yang paling penting bisa mendeteksi sejak dini deteksi dini anak yang terlibat Narkoba,” jelas H. Chairil, saat ditemui usai kegiatan tersebut.

Sosialisasi bahaya Narkoba ini, tambah dia, dilakukan terkait bahaya narkoba sudah mengancam generasi bangsa sehingga pencegahan narkoba harus dilakukan guna menyelamatkan generasi muda dari barang haram penyebab kerusakan kualitas bangsa dan kematian itu.

“Walaupun belum ada siswa-siswi madrasah yang terdampak bahaya Narkoba, tapi apa salahnya kita cegah terlebih dahulu. Mudah-mudahan tak ada siswa-siswi madrasah yang terjerat kasus narkoba,” tegasnya.(wes/zak)

Baca juga