Tuding Efek ‘Kawin Paksa’, Jenal Arifin Kritisi Kepemimpinan Cellica-Jimmy

Jenal Arifin.

KARAWANG-Pengusaha asal Karawang Selatan yang juga pengurus DPC Demokrat Karawang, Jenal Arifin, mengkritisi kepemimpinan Cellica-Jimmy dalam mengelola Kabupaten Karawang yang sudah berjalan hampir empat tahun ini.

Menurut Jenal, adanya ketidakharmonisan antara keduannya yang diindikasikan dengan saling lempar kritik satu sama lain terkait kebijakan yang dilahirkannya, akan memunculkan kesimpulan mengurus pribadinya saja tidak becus, apalagi bagaimana mengurus jutaan rakyat Karawang.

“Mengendalikan emosi masing-masing saja mereka tidak mampu, apalagi mengendalikan emosi jutaan masyarakat Karawang,” ujarnya kepada Prasastijabar.com, kemarin.

Baca juga : Jenal Arifin Siap Mundur Dari Demokrat

Jenal menuding, ketidakharmonisan antara Cellica-Jimmy merupakan efek ‘kawin paksa’ yang dialami keduanya jelang Pilkada 2015 silam.

“Kondisi (kepemimpinan) hari ini kan gara-gara kawin paksa, bahasa Sundanya mah mereka awet rajet (sering bertengkar tapi tetap bareng-red),” ucap Balon Cabup Karawang dari PDI-P ini.

Agar kondisi Cellica-Jimmy tidak dialami olehnya nanti, Jenal melakukan penjajagan dan komunikasi dengan parpol koalisi sejak awal untuk menghindari kawin paksa tersebut.

Baca juga : Jenal Arifin Disebut-Sebut Calon Kuat Dari PDIP, Ini Kata Ono Surono

“Situasi tidak kondusif di internal bagaimana juga akan berpengaruh terhadap arah kebijakan,” pungkasnya. (red).

Baca juga