Terdampak Covid-19, Bisnis Simping Purwakarta Mati Suri

Salah satu toko Simping di Purwakarta yang mengalami penurunan omset akibat pandemik Covid-19

PURWAKARTA-Pandemik Covid-19 turut terasa dampaknya pada sejumlah pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di sejumlah daerah, tak terkecuali pembuat salah satu kuliner khas Kabupaten Purwakarta itu, yaitu Simping.

Sejak pandemik ini terjadi hampir merata di sejumlah daerah, penjualan simping turun drastis bahkan hingga sejumlah UMKM yang bergerak di bidang kuliner tersebut pun terpaksa berhenti beroperasi.

“Sebelum ada virus Corona, kami selalu produksi hampir setiap hari, tapi sekarang produksi kami batasi karena jumlah daya beli masyarakat menurun dan penjualan simping setiap harinya menurun drastis,” ungkap Andri Sumirat (40), pemilik Toko Simping Raos Apandi Saleh, Sabtu (1/8/2020).

Ditambahkan Andri, biasanya dalam seminggu tidak kurang dari 500 bungkus simping habis terjual. Namun saat ini, untuk menjual 50 bungkus saja membutuhkan waktu lama.

“Biasa 410 hingga 500 bungkus simping habis dalam seminggu, namun sekarang paling bagus bisa terjual 100 bungkus dalam seminggu, terkadang hanya jual 2 bungkus pehari,” keluhnya.

Sebelumnya, moment hari besar seperti idulfitri maupun Iduladha, merupakan masa panen bagi pembuat Simping. Namun sepertinya untuk tahun ini berbeda dan penjualan pun merosot tajam.

“Biasanya, IdulFitri tahun sebelumnya suka habis 500 bungkus dalam satu hari, namun IdulFitri 2020 ini hanya terjual 5 bungkus saja,” ucapnya.

Atas kondisi ini, dengan berat hati Andri memutuskan untuk sementara waktu merumahkan seluruh karyawannya untuk menghindari kerugian lebih besar.

“Yah mau gimana lagi kondisinya seperti ini, untuk menghabiskan stok yang masih ada saja saya terpaksa menurunkan harga dari sebelumnya Rp10.000 menjadi Rp9.000 per bungkus,” ujarnya.

Sementara, jumlah konsumen lokal yang datang ke toko miliknya juga menurun jika dibandingkan dengan pekan-pekan sebelumnya.

Meski begitu, ia mengaku tetap kembali produksi simping dengan jumlah yang tak banyak seperti sebelum Pandemi Covid-19.

“Laku gak laku gimana nanti saja, mudah-mudahan kondisi seperti ini segera berakhir,” pungkasnya.

Diketahui, Simping memiliki rasa yang gurih dan khas. Terlebih seiringnya waktu, kini simping tersedia dalam berbagai varian rasa. Mulai dari rasa kencur, bawang, pandan, nanas, durian, dan stroberi hingga nangka.

Simping juga merupakan cemilan yang bebas kolesterol, karena proses pembuatannya tidak menggunakan minyak, melainkan dengan cara dipanggang.

Simping sangat mudah di jumpai di Purwakarta, terutama ketika memasuki daerah yang menjadi sentra pembuatan dan penjualan yaitu Kampung Kaum, Jalan Baing Marzuki, Kelurahan Cipaisan, Kecamatan Purwakarta Kota serta di Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Cipaisan, Kabupaten Purwakarta dan salah satunya yaitu Simping Raos Apandi Saleh.(wes/zak)

Baca juga

Leave a Comment