SOSPOL’S: Petahana Sulit Dikalahkan Jika Penantang Andalkan Jargon Baru, Tetapi Gagasan Lama

Ilustrasi.

KARAWANG-Pilkada Karawang makin dekat, warga dihadapkan oleh tiga bakal pasangan calon (Bapaslon) yang semuanya memiliki visi dan misi untuk dijual ke publik yang akan dijadikan sebagai pertimbangan mereka memilih di bilik suara.

“Harus diingat, pertarungan politik dalam sebuah kandidasi Pilkada bukan hanya soal figur, tapi juga gagasan. Bagi petahana, gagasan itu berupa capaian kinerja dan aksi nyata. Tapi bagi penantang, gagasan itu adalah melawan narasi petahana dengan menawarkan gagasan baru,” kata ata Direktur Social Policy dan Political Studies (Sospol’s), Cecep Sopandi, kepada Prasastijabar.co.id, Jumat (11/9/2020).

Tetapi belakangan ini, dirinya melihat wajah baru yang menantang petahana belum bisa memberikan gagasan baru sebagai anti-tesa dari kebijakan petahana. Hal itu bisa dilihat dari visi dan misi yang diakses dari situs KPU Karawang, gagasan penantang semuanya normatif, kurang memiliki daya tarik. Kalau bahasa politik itu dentumannya kurang terdengar, sehingga dianggap biasa saja.



Baca juga : SOSPOL’S : Pilkada Karawang Akan Diikuti Tiga Paslon, Cellica Diprediksi Masih Tetap Unggul

Harusnya, lanjut Cecep, sebagai penantang apalagi wajah baru di dalam kontestasi Pilkada ini, penantang menawarkan gagasan dan kebijakan kebaruan yang berbeda dengan petahana supaya ada pembeda antara “aku” dan “dia” sehingga masyarakat bisa punya alternatif pilihan.

“Ini saya lihat kok sama aja, hanya jargon saja yang baru tetapi gagasan lama. Kurang greget,” ujarnya.

Selagi masih ada waktu, Cecep sarankan agar masing-masing kandidat mampu menawarkan gagasan dan kebijakan ke publik agar diketahui dan dicermati. Jadi pertarungan di ruang publik itu pertarungan gagasan, berantemnya itu soal visi dan misi. Bukan berantem mempersoalkan isu-isu negatif yang tidak produktif.

“Kalau penantang petahana polanya seperti itu terus, peluang Cellica untuk menang akan semakin besar dan jargon-jargon kebaruan yang didengungkan akan dianggap sebagai angin lalu saja,” tandasnya. (red).

Baca juga

Leave a Comment