Ratusan Akan ASN Pensiun Tahun Ini, Purwakarta Terancam Defisit ASN

Kepala BKPSDM Purwakarta, Asep Supriatna.

PURWAKARTA-Pemerintah Kabupaten Purwakarta terancama akan terjadi kekosongan Aparatur Sipil Negara (ASN) pada sejumlah intansinya.

Hal itu terjadi akibat ratusan ASN yang tersebar disejumlah intansi itu sudah memasuki masa pensiun dan akan terjadi kekosongan pegawai. Terlebih, kebutuhan ASN itu tidak akan langsung terisi pada saat yang sama.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Purwakarta, Asep Supriatna, mengatakan, berdasarkan data menunjukkan tahun ini saja Purwakarta ASN yang memasuki masa pensiun sebanyak 340 orang.

Tidak hanya tahun ini, sambung Asep, tahun lalu pun terdapat 320 pegawai yang pensiun, sementara pengisiannya hanya 32 orang berdasarkan kuota dari pemerintah pusat.

“Tahun ini kami akan mengalami kekosongan sebanyak 628 orang dengan rincian tahun lalu masih terdapat kekosongan 288 orang ditambah dengan yang akan pensiun tahun ini sebanyak 340 orang,” ungkap Asep, saat ditemui disela-sela kegiatanya, Kamis (17/9/2020).

Sebagai upaya mengisi kekosangan pegawai, lanjut Asep, pihaknya bakal mengajukan formasi CPNS tahun depan ke pemerintah pusat. Meskipun kuota yang diberikan tidak sesuai harapan.

“Kita sudah usulkan ke pusat untuk penambahan ASN sebanyak 700 orang. Namun, berdasarkan pengalaman tahun sebelumnya, dari pengajukan 320 orang yang disediakan hanya 30 persen,” terangnya.

Ia menyebutkan, untuk pengangkatan CPNS sendiri tetap perpatokan pada peraturan perundang-undangan yang ada, salah satunya mengenai batas usia maksimal 35 tahun. Kecuali tenaga kesehatan maksimal berusia 57 tahun.

“Di Purwakarta sendiri cukup banyak untuk honorer di atas usia 35 tahun. Untuk mengakomodasi di atas usia maksimal itu dengan dibukanya pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (P3K). Hanya saja di Purwakarta belum dibuka karena berkaitan dengan anggaran untuk gaji yang dibebankan kepada APBD,” jelasnya.

Diketahui, ASN pada tenaga pendidik, paling banyak yang tahun ini masuk masa pensiun, seperti pada profesi guru di sejumlah sekolah SD dan SMP. (wes/tif).

Baca juga