Petani Mengeluh, Harga Cengkih Turun Drastis

Petani yang sedang mengeringkan cengkih dengan menjemur

PURWAKARTA-Memasuki masa panen, Petani Cengkih di Kabupaten Purwakarta mengeluhkan harga cengkih yang turun drastis.

Amar Iwan (40) petani cengkeh dari Desa Cikubang, Kecamatan Kiarapedes, mengaku hasil panennya cukup banyak tahun ini. Tapi, justru harganya menjadi lebih murah.

“Cengkih kering dihargai Rp 57 ribu per kilogram. Tahun lalu, harganya itu Rp 90 ribu sampai Rp 95 ribu per kilogram. Turun hampir 100 persen,” katanya seperti dilansir Tribun Jabar, Minggu (2/8/2020).

Menurunnya harga cengkih, kata Amar, lantaran pandemi corona. Tak hanya itu, Amar juga menyebut faktor penyebab lainnya karena pangsa pasar yang mulai sedikit.

“Tahun ini hasil panen kami dari 100 pohon bisa capai 15 ton dalam kondisi basah,” katanya seraya menyebut banyak petani cengkih lebih memilih untuk menyimpannya ketimbang langsung menjualnya.

“Ya berharap tahun depannya harga bisa naik,” ucapnya.

Ketika disinggung terkait cengkih kualitas bagus, Amar menyebut perlu adanya proses penjemuran di bawa sinar matahari antara empat hingga lima hari.

Dinas Pangan dan Pertanian Purwakarta sempat melansir ada 1.838 hektare perkebunan cengkih di Purwakarta. Produksinya pun bisa mencapai 486 ton per tahunnya. Sedangkan jumlah petani cengkihnya berjumlah 2.387 orang.(red)

Baca juga

Leave a Comment