
Ilustrasi
NASIONAL-Kasus penembakan yang berujung tewasnya bos pelayaran, Sugianto, di Kelapa Gading, Jakarta Utara, beberapa waktu lalu mengejutkan publik. Namun dalam waktu singkat, pihak kepolisian akhirnya menangkap 12 para pelaku, termasuk otak pembunuhan yang tak lain adalah karyawan Sugianto.
Dua belas tersangka itu adalah Nur Luthfiah (34)/otak pembunuhan, Ruhiman (42), Dikky Mahfud (50), Syahrul (58), Rosidi (52), Mohammad Rivai (25), Dedi Wahyudi (45), Ir Arbain Junaedi (56), Sodikin (20), Raden Sarmada (45), Suprayitno (57), dan Totok Hariyanto (64).
Dilansir dari Detik.com, Kapolda Metro Jaya, Irjen Nana Sudjana, mengatakan, Nur Luthfiah yang merupakan karyawan sebagai admin dam keuangan di perusahaan korban di Ruko Royal Gading Square adalah otak pembunuhan tersebut.
“Motif tersangka ini ada dua. Yang pertama, tersangka ini sakit hati dan yang bersangkutan ini marah. Jadi ada dua hal karena yang bersangkutan sering dimarahin korban,” kata Kapolda, kemarin.
Kapolda menjelaskan, kemarahan Nur Luthfiah dipicu karena korban dianggap telah melecehkannya. Pelecehan itu dalam bentuk korban mengajak Nur Lutfiah untuk mau berhubungan intim.
“Ada beberapa pernyataan korban yang dianggap melecehkan selama ini, mereka sering marah-marah dan sering mengajak hal-hal di luar hubungan pimpinan-karyawan, sering diajak melakukan persetubuhan dan ada perkataan sebagai ‘perempuan tidak laku’,” bebernya.
Nur Luthfiah juga merasa terdesak sehingga rencanakan bunuh korban karena diancam akan dilaporkan oleh korban lantaran diduga gelapkan uang pajak perusahaan.
“Yang bersangkutan ada rasa ketakutan, karena yang bersangkutan dari 2012 sampai 2020 itu di bagian admin dan keuangan dan selama ini pajak-pajak perusahaan tidak semua disetorkan ke kantor pajak. Jadi ada indikasi menggelapkan uang pajak tersebut, sehingga ada teguran dari pajak Jakarta Utara ke perusahaan itu,” pungkasnya. (red).
