
Kolam pemandian Cibulakan, di Desa Babakan, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Purwakarta.
PURWAKARTA-Kolam pemandian Cibulakan yang berlokasi di Kampung Babakan, Desa Babakan, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Purwakarta menjadi destinasi wisata favorit bagi warga sekitar.
Selain lokasinya yang yang bernuansa alami, kolam berukuran 40×15 meter tersebut juga memiliki nilai sejarah yang berumur ratusan tahun dan sebagai salah satu kolam peninggalan masa kolonial Belanda.
Konon, sejak dahulu kolam tersebut selain digunakan masyarakat setempat sebagai salah satu tempat wisata juga sebagai penampungan air yang digunakan untuk keperluan perikanan dan pertanian.
“Selain buat renang, kolam ini juga dipakai untuk mengairi sawah, kebun, dan tempat budidaya ikan,” ujar salah seorang pengurus kolam, Didin Sarifudin (44), Minggu (8/12/2019).
Baca juga : Selain Merusak Saraf Otak, Pengguna Narkoba Berisiko Tinggi Terpapar HIV/AIDS
Air kolam Cibulakan berasal dari sebuah mata air yang sejuk dan bersih, tak heran jika di kolam tersebut berkembang biak berbagai macam ikan. Meski belum dikemas hingga menjadi sebuah obyek wisata yang modern, namun keberadaan kolam Cibulakan tersebut menjadi sarana bermain pavorit bagi warga sekitar.
Salah seorang pengunjung, Asep Sukmana (34) mengaku merasa puas saat berkunjung ke tempat tersebut. Pasalnya, menurut Asep hanya dengan membayar biaya pemeliharaan kolam sebesar Rp2.000 per orang maka dirinya dan keluarga sudah bisa bermain di kolam Cibulakan dengan sepuasnya.
Baca juga : Sange Korean BBQ Purwakarta, Makan Sepuasnya dengan Menu Korean Style
“Cuma disini kita bisa berwisata dengan murah meriah. Belum lagi disini kita bisa tau salah satu kolam atau tempat peninggalan Belanda,” ungkapnya. (wes/tif).
