Ketua Hanura Karawang dan Aleg Meitri Diterpa Isu Disharmoni

Meitri (kiri), Jiar (kanan).

KARAWANG-Ketua DPC Hanura Karawang, Ahmad Ardiansyah, dengan kadernya yang duduk sebagai anggota legislatif (aleg) DPRD Karawang, Meitri Citra Wardani, diterpa isu disharmoni.

Berdasarkan info yang diterima Prasastijabar.com, disharmoni tersebut dipicu lantaran Meitri dikabarkan tidak melaksanakan kewajibannya sebagai kader kepada DPC Hanura Karawang selama tiga bulan berturut-turut.

Dikonfirmasi Prasastijabar.com melalui aplikasi Whatsapp, Meitri membantah kabar jika dirinya dengan Ardiansyah sedang disharmoni.

Baca juga : Incar Jabatan Sekretaris, Ketua Hanura Karawang Diisukan Loncat Ke Golkar

“Aduh ada-ada saja, enggak (kabar) itu salah,” ucapnya kemarin.

Meitri kembali menegaskan membantah jika dirinya tidak memberikan kewajiban atau kontribusi kepada DPC Hanura Karawang selama tiga bulan berturut-turut.

“Iya faktanya saya rutin ngasih dipotong dari gaji,” ungkapnya.

Terpisah, Ahmad Ardiansyah, mengatakan, agar kader Hanura yang duduk sebagai aleg harus memperhatikan aspirasi-aspirasi kader Hanura lainnya yang tersebar di seluruh Kabupaten Karawang.

“Jadi antara hak dan kewajiban dia sebagai aleg harus berimbang lah,” ujar Jiar panggilan akrabnya.

Baca juga : Sekretaris Hanura : Sebelum Pindah Partai, Ketua Selesaikan Dulu Tanggung Jawabnya

Ia mengingatkan kepada Meitri agar dalam menampung aspirasi tidak melulu di Dapil 6, yakni dapil Meitri berjuang pada Pileg 2019, tetapi ketika sudah menjadi aleg, maka dapil lain pun perlu diperhatikan.

“Dulu waktu Hanura dapat dua kursi juga semua dapil ikut dibangun dan diperhatikan aspirasinya oleh Hanura,” ungkapnya.

Jiar berharap Mietri tidak melupakan peranan partai dalam memposisikannya di fraksi, komisi dan bamus, yang menempatkannya di posisi cukup strategis.

“Apa iya itu terealiasi tanpa peranan partai,” tandasnya.

Disoal Meitri dikabarkan belum berikan kontribusi ke partai selama tiga bulan, Jiar melemparkannya agar ditanyakan kepada sekretaris atau bendaraha partai.

“Silakan tanya ke bendahara sebagai penerima dan sekretaris yang mendatanya,” tutupnya. (red).

Baca juga