fbpx

Kepoin Yuk Wisata Religi di Purwakarta Yang Jadi Rekomendasi Wisatawan

Makam Syekh Baing Yusuf.

PURWAKARTA-Habiskan waktu libur atau akhir minggu mungkin tidak harus mengunjungi tempat yang kental dengan ikon destinasi wisata. Seperti di Kabupaten Purwakarta, ada beberapa tempat yang sering dikunjungi wisatawan, namun bernuansa religi.

Sekertaris Dinas Pemuda, Olahraga, Parawisata, dan Kebudayaan (Disporaparbud) Kabupaten Purwakarta, Heri Anwar, mengatakan, dari sekian banyak tempat wisata religi, setidaknya ada empat tempat yang menjadi rekomendasi bagi wisatawan jika berkunjung ke Purwakarta.

Sebut saja di antaranya, Makam Syech Baing Yusuf yang berada tepat berada di belakang Masjid Agung sekitar komplek perkantoran Pemda Purwakarta atau di Jalan Gandanegara Desa Cipaiasan, Kecamatan Purwakarta.

“Berdasarkan cerita berkembang di masyarakat, Syech Baing Yusuf merupakan salah satu tokoh dalam penyebaran agama Islam di sekitar Kabupaten Purwakarta. Bahkan diketahui, jika beliau merupakan guru Syekh Nawawi Al-Bantani, salah satu ulama Indonesia yang menjadi imam di Masjidil Haram Mekah,” ujar Heri, Sabtu (16/11/2019).

Baca juga : Mantul, Ini Lima Destinasi Wisata Keren di Purwakarta

Gerbang Masuk Menuju Makam Eyang Pandita Bojong.

Selanjutnya, ada Makam Eyang Pandita yang berlokasi di Desa Pasanggrahan, Kecamatan Bojong, Kabupaten Purwakarta. Makam Eyang Pandita berada di Kawasan Desa Wisata Kampung Tajur dan berdekatan dengan salah satu destinasi wisata air terjun yaitu Curug Panembahan.

Konon menurut masyarakat setempat, Eyang Pandita dipercaya sebagai sesepuh Desa Pasanggrahan dan cikal bakalnya masyarakat Kecamatan Bojong. Keunikan dari makam ini adalah lokasinya yang berada di atas bukit, sehingga dapat terlihat pemandangan gunung Burangrang, area pesawahan, perkebunan sayur warga dan kawasan hutan.

Ketiga, lanjut Heri, Makam Eyang Dalem Gandasoli berada di Desa Mekarsari, Kecamatan Darangdan, Kabupaten Purwakarta. Berkaitan dengan nama Gandasoli konon ceritanya sekitar Tahun 1628 datang seorang panglima tentara Mataram bernama Raden Surya Sumadita Angga Yuda atau akrab disapa Eyang Dalem Gandasoli dengan Mbah Balung Tunggal, Mbah Jaksa dan lainnya.

Baca juga : Urban Farming Purwakarta Hadirkan Wisata Ala Eropa

Beserta Pasukannya dengan tujuan untuk menggempur tentara VOC yang berada di Batavia. Sebelum sampai ke tujuan beliau bersama pasukannya sempat singgah di suatu tempat yang bernama Lembur Kolot (dahulu masuk Desa Gandasoli, sekarang masuk Desa Mekarsari). Pada waktu itu jalur sungai yang digunakan untuk menuju Batavia satu-satunya melalui Sungai Citarum.

“Eyang Dalem Gandasoli meninggal pada tahun 1713. Peralatan dan bajunya sampai saat ini masih ada dan disimpan oleh warga setempat,” ujar dia.

Sementara, keempat adalah Makam Mama Sempur terletak di Desa Sempur, Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta. Nama lengkapnya adalah K.H. Tubagus Ahmad Bakri bin K.H. Tubagus Syeda bin K.H. Tubagus Arsyad.

Mama Sempur adalah salah satu tokoh muslim di Purwakarta yang menyebarkan agama Islam. Beliau saat ini dikenal sebagai Mama Sempur. Dia mendapat garis layak dari Keraton Banten (Istana Banten), diambil dari garis layak K.H. Tubagus Arsyad dari Keraton Banten.

Baca juga : Tahun 2020, Purwakarta Jadi Pusat Oleh-oleh Jawa Barat

Di akhir setiap Dzulqaidah (bulan ke-11 tahun Hijriah), tempat itu selalu melaksanakan Haulan, sebuah peristiwa untuk mengingat wafatnya Mama Sempur.

“Hingga saat ini setiap peringatan wafat Mama Sempur banyak para peziarah yang datang dari berbagai daerah, bahkan tidak sedikit pula dari luar provinsi,” ucap Heri.

Menurutnya, keberadaan wisata religi tentu berdampat terhadap jumlah kunjungan ke Purwakarta yang setiap tahunnya mengalami peningkatan.

“Yah tentu, selama ini juga kita terus menggali destinasi agar jumlah kunjungan wisatawan ke Purwakarta semakin meningkat,” pungkas Heri. (wes/tif).

Baca juga

Leave a Comment