Keliru Data Soal Warga Terinfeksi Korona, Bupati Purwakarta Koreksi Pernyataan Gubernur Emil

Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika didampingi Dirut RS Bayu Asih.

PURWAKARTA-Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika, mengoreksi pernyataan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil alias Kang Emil terkait data warga Kabupaten Purwakarta yang terinfeksi virus Covid-19 atau virus Korona.

Sebelumnya, Ridwan Kamil menyebutkan warga Kabupaten Purwakarta tersebut merupakan warga Desa Tajursindang, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Purwakarta.

Anne mengatakan, pernyataan Gubernur Jabar ini berbeda dengan data yang tersampaikan Dinkes Jabar melalui Dinkes Purwakarta.

“Saya juga kaget kenapa keterangan yang disampaikan oleh Bapak Gubernur itu berbeda dengan data yang disampaikan oleh dinas kesehatan Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Purwakarta dan ini harus dikoreksi secepat mungkin,” jelas Anne. Senin, (16/3/2020).

Data persebaran virus Korona.

Diketahui, sebelumnya informasi terkait warga kecamatan Sukatani tersebut sempat beredar di media sosial lengkap dengan kordinat alamatnya. Sementara, dari hasil diagnosa pasien warga Kecamatan Sukatani tersebut diketahui positif TBC bukan lah virus Covid-19 seperti yang ramai diperbincangankan. Sementara, pasien positif Covid – 19 merupakan warga Kecamatan Pasawahan.

Baca juga : Seorang Warga Purwakarta Positif Corona

“Tapi saya dengar kemarin justru yang dimunculkan itu yang koordinatnya di Desa Tajursindang, padahal berdasarkan data RS Bayu Asih bahwa pasien tersebut atas nama bapak O (80) itu diagnosanya adalah positif TBC, dan kabar terakhir pasien tersebut sudah diobati dan pulang. Sementara, yang positif Covid- 19 warga Pasawahan atas nama nyonya U (65) dan saat ini kondisinya sudah mulai membaik,” terangnya.

Sementara, ketika disinggung soal pengawasan terhadap tenaga kerja asing (TKA) yang bekerja di Purwakarta khusnya pada proyek KCIC, Anne menegaskan pihaknya bakal terus lakukan pengecekan dan pemantauan suhu tubuh ke para WNA.

“Kami bakal terus lakukan pemeriksaan dan pembatasan pergerakan WNA melalui Disnakertrans, terlebih saat ini sudah ada 8 WNA di Kabupaten Purwakarta sedang dalam tahap pengawasan,” pungkasnya. (wes/tif).

Baca juga

Leave a Comment