Ini Alasan Anies Baswedan Liburkan KBM Sekolah Selama Dua Minggu

 

Imbauan penutupan sekolah di DKI Jakarta.

NASIONAL-Melalui Fans Page media sosialnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, memaparakan alasan dirinya meliburkan kegiatan belajar mengajar di seluruh sekolah di DKI Jakarta.

“Di Jakarta, kita memiliki penduduk sebanyak 10,6 juta orang. Peserta didik di kota ini ada 1,5 juta anak. Anak-anak SMA-SMK yang sedang mengikuti Ujian Nasional atau kelas XII, jumlahnya 124 ribu peserta didik,” sebut Anies.

Menurutnya, salah satu langkah paling efektif saat ini adalah mengurangi interaksi langsung antar warga (Social Distancing Measure). Artinya, pergerakan penduduk ditekan seminimal mungkin mungkin. Kegiatan-kegiatan yang tidak perlu ditiadakan.

“Tujuannya adalah mengurangi potensi penularan antar individu yang belum tentu merasakan gejala (virus Korona),” ujarnya.

Baca juga : Imbas Virus Korona, DKI Jakarta Liburkan KBM Sekolah Selama Dua Minggu

Atas masukan Ikatan Dokter Indonesia DKI Jakarta, Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI), Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) DKI Jakarta dan WHO Indonesia, Pemprov DKI Jakarta memutuskan untuk menutup semua sekolah di lingkungan provinsi DKI Jakarta.

“Dan akan melakukan proses belajar mengajar melalui metode jarak jauh,” tulisnya.

Bagi peserta Ujian Nasional yang berlangsung hari Senin besok (untuk SMK), lanjutnya, juga ujian sekolah diputuskan juga ditunda. Penutupan sekolah ini berlaku selama dua minggu.

“Kami akan melakukan review kembali di akhir pekan kedua untuk melihat perkembangannya,” bebernya.

Pemprov DKI Jakarta memutuskan menutup sekolah, tetapi di Jakarta bukan hanya sekolah. Ada kursus, ada pendidikan informal, nonformal. Pihaknya menganjurkan kepada semua, untuk menunda kegiatan belajar mengajar secara langsung. Lakukan dengan metode jarak jauh.

“Tujuannya adalah untuk, sekali lagi, mengurangi interaksi yang punya potensi terjadi penularan (Social Distancing Measure),” tutupnya. (red).

Baca juga