
Gustiawan.
KARAWANG-Dekati masa pendaftaran calon Bupati dan calon Wakil Bupati Karawang di Pemilukada serentak pada 9 Desember mendatang, suhu politik di Karawang semakin meningkat.
Media sosial sudah mulai ramai dengan “perang” opini dan klaim dari masing-masing tim sukses dan relawan. Hal ini diprediksi akan semakin meningkat mengingat tahapan Pemilukada semakin dekat dan pendaftaran Calon tinggal beberapa hari kedepan.
Democracy and Electoral Empowerment Partenership (DEEP) Karawang pun mengajak warga Karawang kepada semua pihak terutama pasangan salon dan tim suksesnya untuk sama-sama menghdirkan kompetisi yang berkualitas tinggi dengan cara mengedepankan politik gagasan untuk kemajuan Kabupaten Karawang.
“Politik identitas, SARA dan sejenisnya harus dihindari. Semuanya harus fokus menawarkan program yang betul-betul dapat diterapkan manakala mereka nanti menjadi bupati dan wakil Bupati,” kata Koordinator DEEP Karawang, Gustiawan, kepada Prasastijabar.co.id, Selasa (25/8/2020).
Baca juga : SOSPOL’S : Capaian Kinerja Kemewahan Bagi Petahana, Penantang Harus Bisa Tawarkan Isu Perubahan
“Kami pun mengajak masyarakat harus sudah pandai, sehingga program yang melangit atau muluk-muluk dinilai sebagai janji manis semata,” timpalnya.
Pihaknya pun kembali mengimbau kepada para pendukung untuk tetap menghadirkan suasana sejuk dan damai di Pilkada Karawang, hindari perdebatan yang berlebihan terutama perdebatan di luar materi/program yang diusung, yang ujung-ujungnya hanya akan menimbulkan kegaduhan di tengah-tengah Masyarakat. Hindari saling menghina antar paslon atau antar pendukung satu dengan lainnya.
“Sebab bagaimanapun kita berbeda pilihan hakikatnya kita adalah sama-sama mencintai Karawang dan ingin kabupaten ini aman, damai dan menghasilkan pemimpin yang berkualitas untuk membangun Karawang semakin baik,” tandasnya.
Diketahui, berdasarkan perhitungan jumlah partai dan kursi parlemen Karawang hampir dipastikan ada tiga pasangam yang akan berlaga di Pemilukada nanti, yaitu petahana Cellica-H. Aep, yang diusung Partai Demokrat, PKS, Nasdem dan Golkar. Jimmy-Yusni, diusung PKB dan Gerindra. Terakhir ada Yessi-Adly Fairuz yang diusung kekuatan beberapa partai seperti PDIP, PAN, PPP, PBB dan Hanura.
Ketiga bapaslon tersebut adalah putera-Puteri terbaik Karawang yang sudah bersedia mewakafkan dirinya untuk mengatur dan berusaha memajukan Karawang tercinta, maka sudah selayaknya semua harus mengapresiasi mereka semua tanpa harus saling mencaci satu dengan yang lainnya.
“Mendukung dengan tetap santun, mengajak dengan tetap bijak adalah upaya kita menjaga Karawang tetap aman dan damai di tengah-tengah perhelatan Pilkada,” pungkasnya. (red).
