
Petugas Damkar Purwakarta saat melakukan aksi pemadaman dalam salah satu peristiwa kebakaran
PURWAKARTA-Sejumlah peristiwa kebakaran di wilayah Kabupaten Purwakarta dinilai lamban dalam penanganannya. Sehingga tak jarang saat armada atau mobil pemadam kebakaran dan tim dari Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Diskar PB) setempat tiba dilokasi, objek kebakaran terlambat ditangani petugas.
Diakui Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (DPKPB)/Diskar PB Kabupaten Purwakarta, Wahyu Wibisono, sejumlah keterlambatan tersebut akibat minimnya armada. Meskipun saat ini Diskar PB Purwakarta masih memiliki sejumlah armada, namun sudah tidak optimal lagi untuk digunakan.
“Kalau berbicara cukup (Armada-red), jelas armada kami tidak cukup. Dan kalaupun saat ini kami masih memiliki sejumlah Armada, itu kondisinya sudah udzur dan sering mogok, maka tak jarang kami terlambat ke lokasi kebakaran, dan seolah jadi pahlawan kesiangan,” tutur Kepala Diskar PB yang akrab disapa Wibi tersebut, Rabu (22//7/2020).
Ditambahkan Wibi, penambahan armada dan penunjang lainnya, saat ini sangat dibutuhkan intansinya. Armada yang prima serta layak dan mencukupi, akan sangat mendukung tugas dan menuju lokasi kebakaran dengan cepat.
Diketahui, saat ini Armada yang dimiliki DPKPB/Diskar PB Kabupaten Purwakarta hanya sebanyak 5 unit kendaraan dengan tahun perakitan atau pembuataan tahun 2000.
“Padahal idealnya, per kecamatan itu 1 unit Armada, jadi kalau di Kab Purwakarta itu ada 17 Kecamatan, berarti kita butuh 17 unit ditambah 3 unit di mako Diskar 3 unit. Jadi standarnya 20 unit. Dengan situasi saat ini, wajar kalau kita terdesak akibat minimnya armada, belum lagi permasalahan armada yang sudah tua, terkadang begitu kita datang ke lokasi, api sudah menghanguskan rumah, kita terlambat datang,” jelasnya.
Sementara, salah satu anggota DPRD Kabupaten Purwakarta, Ceceng Abdulqodir menambahkan, permaslahan tersebut sudah di bahas di Komisi I bahkan sudah dianggarkan. Namun, akibat pandemi Covid-19 yang hingga saat ini belum usai, terkait pengadaan armada Damkar tersebut, terancam tertunda.
“Sudah, sudah kita bahas dan anggarkan. Tapi dengan situasi saat ini (Pandemi-red) kemungkinan tertunda,” ucapnya.
Diakui Ceceng, kebutuhan akan armada Damkar yang optimal sangat urgent. Terlebih pungsi dari armada Damkar tidak hanya semata ditugaskan dalam memadamkan peristiwa kebakaran.
“Seperti kita tahu, mobil Damkar kita pergunakan juga saat musim kemarau atau saat melakukan suplai air bersih ke masyarakat hingga kegiatan sosial lainnya, jadi bukan semata hanya dipakai untuk memadamkan kebakaran saja, dan pengadaan armada Damkar ini, sipatnya urgent,” tuturnya.
Untuk itu, lanjut Ceceng, pihaknya akan terus mendorong terkait pengadaan armada Damkar tersebut.
“Pasti, pasti kita dorong terus sehingga pengadaan mobil Damkar segera terealisasi dan untuk lebih meningkatkan kinerja Diskar/PB Purwakarta itu sendiri,” pungkasnya.(wes/zak)
