
Anggota DPRD Purwakarta, Devi Mutiarasari Dampingi Anaknya Belajar.
PURWAKARTA-Pemerintah Kabupaten Purwakarta mengeluarkan sejumlah langkah dalam mengantisipasi penyebaran virus Corona atau Covid-19.
Selain menutup sejumlah tempat wisata dan hiburan malam, aktifitas masyarakat yang melibatkan orang banyak pun terpaksa dibatasi termasuk kegiatan belajar mengajar disekolah pun dilakukan siswa di masing- masing tempat tinggalnya dan dibawah pengawasan orangtuanya.
Menyikapi langkah pemerintah tersebut, salah satu orang tua siswa dari Calista Angelica (7) siswa klas 1 SDN 2 Bendul, Sukatani, yaitu Devi Mutiarasari justru dapat mengambil hikmahnya.
Karena menurutnya, dengan adanya aturan tersebut jadi memberikan waktu lebih dirinya untuk berinteraksi dengan semua anggota keluarga sekaligus mendampingi langsung belajar sang anak ditengah rutinitasnya sebagai ibu rumah tangga juga sebagai Anggota Komisi 1 DPRD Kabupaten Purwakarta.
“Jadi ada hikmahnya juga, sekarang saya lebih banyak meluangkan waktu dirumah bersama keluarga, mengajarkan dan mendampingi anak belajar, mengaji, menjaga kebersihan diri, membersihkan lingkungan dan semua itu guna proteksi diri dan orang- orang terdekat agar terhindar dari covid-19,” Ujar Devi. Selasa, (24/3/2020).
Adapun jika memang terpaksa mengharuskan keluar rumah, ditambahkan anggota DPRD dari Fraksi Partai Nasdem tersebut, hendaknya masyarakat untuk lebih waspada dan mengurangi aktivitas yang dianggap tidak perlu, dan sedikit membatasi diri untuk bersentuhan langsung dengan banyak orang. Hal itu sebagai salah satu pencegahan dini yang dapat dilakukan agar terhindar dari penyebaran virus Civid- 19.
“Langkah- langkah pemerintah saat ini sudah tepat, karena melakukan pencegahan lebih baik daripada mengobati, dan pada dasarnya kasus ini cukup serius dan sangat perlu kita waspadai. Terpenting jaga daya tubuh dan jaga kebersihan juga” Jelasnya.
Sementara, ditambahkan Sri Rahayu salah satu guru di SDN 1 Cilingga, Kecamatan Darangdan, aturan pemerintah terkait dipindahkannya sementara KBM dari sekolah ke rumah jangan dijadikan ini sebagai beban. Karena ada sejumlah hal yang bisa dilakukan oleh orangtua ketika mendampingi anaknya belajar banyak hal, dari dalam rumah.
“Jangan hanya melihat momen ini sebagai beban. Lihatlah sebagai kesempatan untuk menjalin hubungan bersama anak. Jika sebelumnya ada masalah komunikasi, inilah kesempatan untuk mendekatkan orang tua dengan anak,” tambah Sri
Sementara, metode belajar yang dilakukan di sekolahnya, lanjutnya, setiap kelas mempunyai grup Whatsapp dan pembelajaran atau tugas disampaikan melalui grup tersebut.
Meski begitu, guru pun terus berkordinasi dengan orang tua siswa untuk memastikan para siswa tetap belajar.
“Kita juga bekerjasama dengan para orang tua, selain kita keliling mengunjungi rumah siswa kita juga selalu meminta orang tua terus mengupdate dan mengirimkan fhoto kegiatan belajar anaknya,” pungkasnya. (wes/tif).
