Begini Cara Disdik Purwakarta Salurkan Zakat Pegawai

Disdik Purwakarta saat meresmikan ATM beras untuk membantu warga kurang mampu

PURWAKARTA-Dinas Pendidikan (Disdik) Purwakarta memiliki cara sendiri dalam menyalurkan bantuan dari hasil zakat, infak dan sodaqoh para pegawainya. Cara itu adalah dengan membuat ATM beras dengan kapasitas 300 liter yang bisa dimanfaatkan sejumlah keluarga kurang mampu yang telah melalui survei internal Disdik.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta, Purwanto mengatakan, penyediaan ATM beras tersebut merupakan inisiatif internal Disdik dalam memaksimalkan manfaat zakat, infak, dan sodaqoh dari para pegawai.

“Sumber beras berasal dari para pegawai, baik pejabat, staf, maupun guru yang ada di sekolah SD dan SMP yang dikumpulkan di ATM beras, kemudian disalurkan kepada warga yang membutuhkan,” ujarnya seperti dilansir AyoPurwakarta, Selasa (12/5/2020).

Ia mengatakan, ketersediaan beras bantuan yang ada di mesin ATM saat ini sebanyak 300 liter. Masing-masing penerima manfaat memiliki jatah 15 liter per bulan dan batas pengambilan beras maksimal 3 liter per orang.

“Dari skema tersebut, maka sementara ini kami baru bisa melayani 20 orang penerima manfaat saja. Semoga ke depan bisa terus bertambah,” jelasnya.

Adapun penerima manfaat diprioritaskan warga kurang mampu berdasarkan survei sehingga tepat sasaran.

“Penerima manfaat adalah jompo, fakir miskin, penyandang disabilitas, termasuk pengayuh becak,” paparnya.

Meski belum seberapa, namun ia berharap setidaknya dapat membantu meringankan beban mereka, apalagi di tengah pandemik Corona Virus Desease 2019 (Covid-19) pendapatan semua para pelaku usaha mengalami penurunan.

“Kami sadar, apa yang kami lakukan ini masih sangat terbatas. Namun, semoga langkah kecil ini bisa tetap memberikan manfaat untuk warga sekitar,” pungkasnya.(red)

Baca juga