
Forum Ulama Karawang gelar musyawarah luar biasa.
KARAWANG-Keluarnya rekomendasi Forum Ulama Karawang untuk menyokong Acep Jamhuri sebagai calon wakil Cellica Nurrachadiana di Pilkada Karawang, dianggap sebagai suatu kewajaran.
Namun Direktur Social Policy dan Political Studies (Sospol’s), Cecep Sopandi, mengingatkan Forum Ulama Karawang tidak terjebak masuk dalam politik identitas.
“Wajar saja ada kelompok masyarakat yang ingin mengajukan atau mendukung calon tertentu, tapi jangan sampai terjebak pada politik identitas yang menimbulkan kegaduhan di masyarakat,” kata Cecep kepada Prasastijabar.co.id, Senin (16/3/2020).
Tetapi di sisi lain, Cecep menilai, rekomendasi Forum Ulama Karawang itu menarik juga untuk dilihat sebagai sebuah fenomena yang menarik di Karawang.
Baca juga : Ijtima Ulama Sokong Acep Jamhuri Dampingi Cellica di Pilkada 2020
“Memang tidak ada salahnya, tapi perlu mendapat catatan,” ujarnya.
Pertama,kata Cecep, ini mengingatkan atas kejadian di Pilkada DKI Jakarta, dimana sejumlah ulama yang dimotori oleh Alumni 212 berhasil memantik isu agama menjadi komoditas politik.
“Kedua, pertemuan forum ulama Karawang itu jelas pertemuan politik, karena sudah merekomendasikan nama,” tandasnya.
Cecep berharap kontestasi Pilkada Karawang ini oleh para kandidatnya dijadikan sebagai festival gagasan dan pertarungan program.
“Agar Pilkada ini semarak dan penuh dengan dinamika dan perdebatan yang produktif,” pungkasnya. (red).
