Penjual Kerupuk Naik Haji, Setiap Hari Menabung Rp. 5.000

Tri Darini (kompas.com)

KLATEN – Mimpi untuk pergi ke tanah suci itu akhirnya terwujud. Adalah Tri Darini, wanita berusia 53 tahun asal Dukuh Kenangan RT 003/004, Desa Sribit, Kecamatan Delanggu, Kabupaten Klaten. Sehari-hari, Darini adalah penjual kerupuk. Ia mengaku, setiap hari menabung Rp. 5.000 dari hasil menjual kerupuk.

Mengutip dari kompas.com, setelah delapan tahun menunggu, terhitung sejak 2011, Darini akhirnya bisa berangkat menunaikan ibadah haji ke Mekah tahun ini.

Darini mengatakan, setiap hari dirinya berjualan kerupuk dengan menggunakan sepeda onthel. Ia berangkat pukul 05.30 WIB dan pulang pukul 09.30 WIB.

Pekerjaan itu sudah Darini geluti sejak 28 tahun, setelah dirinya menikah dengan Teguh Waluyo (53).

Meski hasilnya tidak menentu, Darini dengan tekun menyisihkan sedikit demi sedikit uang hasil berjualan kerupuk. Setiap hari dirinya mengumpulkan uang sebesar Rp5.000 untuk ditabung.

“Tiap hari saya mengumpulkan uang Rp5000. Setelah sebulan terkumpul uangnya saya bawa ke bank untuk ditabung,” kata Darini.

Setelah uangnya terkumpul hingga Rp25 juta, Darini mendaftarkan seorang diri untuk berangkat haji pada 2011.

Perempuan kelahiran 1 Maret 1966 ini tetap melanjutkan kebiasaannya menabung untuk melunasi biaya haji sebesar Rp36 juta per orang.

“Alhamdulillah tahun ini saya bisa berangkat naik haji,” terang ibu dua anak.

Darini tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 10 gelombang pertama dari Kabupaten Klaten. Darini diterbangkan ke Mekah pada 9 Juli 2019 melalui Embarkasi Haji Surakarta.

Lebih jauh, Darini menyampaikan ibadah haji yang segera akan dilakukannya tersebut juga merupakan wasiat almarhum ayahnya.

Sebelum meninggal, ayah Darini berpesan kepada dirinya agar dapat menunaikan rukun Islam kelima. Pasalnya, kelima saudaranya semua sudah melaksanakan ibadah haji.

“Saya anak ketiga dari enam bersaudara. Saudara saya semua sudapak saya pesan agar saya juga naik haji,” katanya. (red)

Baca juga

Leave a Comment