Pelantikan Anggota DPRD Purwakarta Diwarnai Aksi Demo

Aksi demonstrasi yang dilakukan oleh aliansi mahasiswa di depan kantor DPRD Purwakarta.

PURWAKARTA – Proses pelantikan 45 Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Purwakarta priode 2019-2024 diwarnai aksi demo dari sejumlah aliansi mahasiswa.
Aksi demo dilaksanakan tepat di gerbang Gedung DPRD Kab Purwakarta, Jalan Pemuda Blok Haji Makbul, Purwakarta. Selasa (6/8/2019).

Dalam aksinya, puluhan massa yang terhimpun dalam Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Untuk Kebenaran (AMMUK) Kabupaten Purwakarta itu melakukan orasi dan nyanyian yel-yel dan meminta pihak terkait mengusut tuntas kasus korupsi di Kabupaten Purwakarta.

“Dalam beberapa kajian yang kami lakukan, ada beberapa kejanggalan yang kemudian kami perlu menyuarakan kebenaran terkait penyalahgunaan wewenang dan pelanggaran undang-undang nomor 33 tahun 1999 tentang tidak pidana korupsi (tipikor), adanya keterlibatan 45 anggota DPRD Purwakarta dalam kasus SPPD fiktif,” kata salah satu kordinator aksi Didin Wahidin, saat ditemui prasastijabar.com di tengah aksi berlangsung.

Sebelum dilantik anggota DPRD periode 2019-2024, lanjut dia, pihaknya meminta agar menuntaskan kasus SPPD fiktif tersebut, dan mengantisipasi tidak terjadi kembali kasus serupa.

“Kami Aliansi Masyarakat dan mahasiswa untuk kebenaran (AMMUK) yang terdiri dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyyah (IMM), dan Aliansi Mahasiswa Masyarakat Purwakarta (AMMP) menuntut agar membersihkan Purwakarta dari tindak pidana korupsi dan agar semua pihak ikut menuntaskan kasus SPPD fiktif tahun 2016,” jelasnya.

Didin menambahkan, pihaknya meminta Kejaksaan negri (Kejari) menuntaskan kasus SPPD fiktif tahun 2016.

“Kami meminta anggota DPRD Kabupaten Purwakarta yang terlibat dan terbukti kasus korupsi agar dipenjarakan, dan kami meminta agar DPRD Purwakarta untuk melakukan transparansi anggaran terkait SPPD dan menjelaskan hasil perjalanan Dinas yang telah dilakukan serta menuntut dikembalikannya kerugian negara oleh dewan yang terlibat. Kami juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengawal segala bentuk tipikor dan pelanggaran lainya di Purwakarta,” tegasnya.

Hingga berita ini ditulis, aksi mahasiswa tersebut masih berlangsung dengan situasi masih aman terkendali dengan pengawalan dari puluhan personil Polres Purwakarta. Namun, ada satu mahasiswa yang diamankan oleh petugas. Beberapa mahasiswa lain juga sempat terlibat kontak fisik dengan aparat kepolisian yang berjaga. (wes/naz)

Baca juga : Demo Pelantikan DPRD Kabupaten Purwakarta Ricuh, Polisi dan Mahasiswa Bentrok

Baca juga : Buntut Bentrok Depan DPRD, Puluhan Mahasiswa Kembali Gelar Aksi ke Polres Purwakarta

Baca juga

Leave a Comment