Pansus Rampungkan Pembahasan Raperda Penanggulangan HIV dan AIDS

Saidah Anwar (tengah) pimpin rapat pansus penanggulangan HIV dan AIDS. (Foto : Istimewa).

KARAWANG-Setelah beberapa kali rapat pembahasan, akhirnya Pansus Raperda Penanggulangan HIV dan AIDS berhasil merampungkan raperda tersebut pada rapat hari ini, Jumat (5/7/2019). Selanjutnya, hasil ini akan diserahkan ke Bagian Hukum Setda Karawang untuk ditindaklanjuti ke Bagian Hukum Provinsi Jawa Barat.

“Sudah selesai hari ini dibahas jam 09.00 sampai 11.00 WIB. Setelah itu bagian hukum Pemda membawa hasil finalisasi ke Bagian Hukum Provinsi untuk di fasilitasi, lalu dibawa ke Banmus dan setelah fix di Banmus baru di Paripurnakan selasai sudah tugas kami,” kata Wakil Ketua Pansus, Saidah Anwar, kepada Prasastijabar.com.

Saidah menjelaskan, maksud dilaksanakannya penanggulangan dan pengendalian HIV dan AIDS adalah untuk menekan laju epidemi HIV dan AIDS pada populasi kunci dan populasi umum, melalui penyediaan dan penyebarluasan informasi serta menciptakan suasana kondusif, penyediaan pelayanan perawatan, dukungan dan pengobatan kepada ODHA secara komprehensif.

“Dan tentunya dengan meningkatkan peran masyarakat dan mengembangkan kemitraan,” ujar Politikus Golkar ini.

Menurut Saidah, sasaran pencegahan dan penanggulangan HIV dan AIDS, meliputi peningkatan program pencegahan dan penanggulangan HIV dan AIDS pada populasi kunci dan populasi umum, perlindungan terhadap populasi umum yang rentan penularan HIV dan AIDS akibat pekerjaan dan lingkungannya, peningkatan pengetahuan pada usia sekolah dan kesadaran masyarakat terutama pada kelompok umur 15 sampai dengan 24 tahun tentang pencegahan dan penularan HIV dan AIDS.

“Terakhir peningkatan kesadaran ODHA untuk melakukan pencegahan dan penanggulangan risiko penularan secara mandiri,” jelasnya.

Dalam raperda ini, ucapnya, diatur juga larangan bagi ODHA, yakni Setiap ODHA dilarang dengan sengaja mendonorkan darah, produk darah, organ dan/atau jaringan tubuhnya kepada orang lain. Setiap orang dan lembaga yang menyelenggarakan donor darah, produksi darah, organ dan/atau jaringan tubuh, dilarang mendistribusikan darah, produksi darah, organ dan/atau jaringan tubuh, yang diketahui dan/atau diduga tertular HIV dan AIDS. Setiap ODHA dilarang menularkan HIV dan AIDS kepada pasangannya dan/atau orang lain

“Bagi yang melanggar maka diancam pidana kurungan selama tiga bulan atau denda paling banyak Rp50 juta,” pungkasnya. (red).

Baca juga

Leave a Comment