Muru Indung Cai, Tradisi Warga Purwakarta Melestarikan Alam

RITUAL: Sejumlah tokoh masyarakat bersama unsur Muspika saat prosesi muru indung cai.

PURWAKARTA – Sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas nikmat yang telah diberikan, juga melestarikan alam dan adat budaya leluhur, masyarakat Kecamatan Wanayasa, Purwakarta melakukan kegiatan Muru Indung Cai (berburu sumber mata air).

Muru Indung Cai, dilakukan masyarakat setempat selama tiga hari dari sembilan mata air yang ada di Kecamatan Wanayasa, diantaranya, Sumber mata air Cipancur Desa Cibuntu, mata air Ladu Desa Sumurugul, mata air Legok Macan Desa Wanayasa, mata air Ciburial Desa Wanayasa, mata air Cijauh Desa Taringgul Tengah, mata air Cipondoh Desa Sakambang, mata air Ciganasoli Desa Babakan, mata air Cibulakan Desa Babakan, dan mata air Cipicung Desa Ciawi.

“Jadi di kecamatan Wanayasa itu ada kegiatan namanya muru indung cai. Nah, jadi muru indung cai ini kita mencari mata air yang ada di Kecamatan Wanayasa,” kata Camat Wanayasa Jaya Pranolo saat ditemui di sela-sela kegiatannya, Rabu (17/7/2019). 

Ditambahkan Jaya, air yang merupakan lambang keberkahan, kesuburuan dan kemakmuran tersebut harus dijaga dan air harus diperlakukan dengan arif.

“Kita mengambil air dari sembilan mata air tersebut dan di simpan dalam lodong (tempat air dari bambu), dan kita akan bahwa air yang kita ambil dari sembilan mata air itu ke Pemda Purwakarta dan akan diterima oleh Bupati dan Muspida,” kata Jaya. 

Menurutnya, dengan kegiatan ini selain sebagai rangkaian hari jadi, sebetulnya kegiatan Muru Indung Cai ini diharapkan masyarakat Wanayasa khususnya dan masyarakat Purwakarta pada umumnya yang memiliki mata air harus dapat menjaga kelestarian mata air di tempatnya masing-masing tentunya.

“Sebetulnya tidak hanya itu, masyarakat pun harus menjaga hutan, menjaga lingkungannya dan menjaga alamnya sehingga mata air tetap ada dan tetap terlindungi.  Sehingga kebutuhan air untuk masyarakat itu terpenuhi dengan adanya mata air ini,” harapnya. 

Jaya menambahkan, kegiatan Muru Indung Cai menjadi penting apabila  semua mengerti dan peduli akan makna dan manfaatnya. Secara sederhana, air bisa diartikan sebagai sebuah sumber kehidupan dan tanda dari adanya kehidupan. 

Dikatakannya, dengan kegiatan muru indung cai ini kita bisa menjaga kondisi jalur yang bersumber dari mata air agar tetap lancar. Dan ini pun untuk mengajak masyarakat bagaimana pentingnya merawat mata air untuk kehidupan manusia.

“Tak hanya itu, perlu disiapkan program-program pendukung untuk menunjang agar mata air berjalan dan berkesinambungan,” pungkasnya. (wes/naz)

Baca juga

Leave a Comment