Mantan Ketua PWI Karawang : Polisi Harus Berani Tembak Mati Pelaku Begal Sadis

https://youtu.be/wFpyam-5PVQ?si=3WfSio__hn3OJjA-

KARAWANG – Aksi begal sadis yang menewaskan buruh perusahaan terjadi setelah sekian lama aksi tersebut nyaris tak terdengar, ketika Polres Karawang menerapkan tembak mati bagi pelaku begal.

Hal itu diungkapkan, mantan Ketua PWI Karawang , Oland Sibarani, yang kini menjabat Dewan Kehormatan PWI Jabar.
Oland, mengatakan, para pelaku begal sadis memang jangan dikasih kesempatan untuk melancarkan aksinya.

“Saya percaya aparat penegak hukum khususnya Polres Karawang sudah melakukan berbagai upaya menekan angka kejahatan jalanan,” ujarnya.

Namun, kata dia, jika diberi sedikit saja ruang gerak, maka tak menutup kemungkinan aksi kejahatan begal akan lebih masif dan semakin sadis terhadap korbannya.

” Penjahat itu kan seperti kucing-kucingan dengan Polisi. Ada patroli mereka ngumpet, polisi lewat dia beraksi,” ungkap Oland.

Oland, yang puluhan tahun malang melintang sebagai wartawan kriminal, menuturkan, tindakan tegas terukur ( tembak mati atau Kaki) yang dilakukan Kapolres Karawang sebelumnya, dinilai efektif menekan angka kejahatan jalanan.

“Waktu itu seingat saya belasan pelaku begal selama Kapolres AKBP Hendy ya. Efektif juga ketegasannya. Hanya lima bulan menjabat padahal, salut saya keberanian dan ketegasannya, ” ujar Oland.

Oland berharap, aparat Kepolisian jangan ragu melakukan tindakan tegas terukur, terutama terhadap pelaku begal sadis. Karena ia yakin, jika hanya ditindak normatif, selepas keluar penjara bahkan bisa lebih kejam lagi.

“Yang lebih kasihan kan para korban, hak hidupnya dirampas, keluarganya terdampak, apalagi masyarakat juga akan merasa tidak aman dan nyaman dalam beraktifitas,” pungkasnya.

Diketahui, seorang buruh pabrik Arif Sriono, warga Perum Griya Budiman Asri Karawang, tewas tergeletak bersimbah darah di tengah jalan raya Klari, Selasa (9/1/2024) dinihari.

Korban tewas akibat luka senjata tajam di leher dan badannya. Motor korban raib dan saat ditemukan, korban masih mengenakan helm.(dit)

Baca juga

Leave a Comment