Mahasiswa KAMMI Desak Walikota Bogor Tuntaskan Enam Skala Prioritas

DEMO: Sejumlah mahasiswa dari KAMMI melakukan aksi demo di depan kantor wilayah Bogor.

BOGOR – Belasan mahasiswa dari Kesatuan Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) berunjuk rasa di depan kantor Walikota Bogor, Senin (29/7/2019) sore. Mereka mengkritisi tagline “BOGOR BERLARI” yang diserukan pemerintah Kota Bogor.

“Yang namanya berlari itu berarti perubahan cepat. Dan seharusnya perubahan yang dilakukan Walikota Bima Arya untuk Bogor itu cepat,” kata Ketua Umum KAMMI UIKA, Debi Firdaus di sela aksi.

Mahasiswa menilai, tagline tersebut tidak tepat dengan kondisi Kota Bogor saat ini yang tidak melakukan perubahan terutama dalam hal penataan transportasi, pengendalian kemacetan dan dokumen kependudukan e-KTP.

“Sejak periode sebelumnya (2014-2019, Red.) tidak ada perubahan untuk masalah transportasi, kemacetan dan pengurusan dokumen kependudukan e-KTP. Jadi yang tepat “Bogor Jongkok”. Yang namanya berlari itu dari satu tempat ke tempat lain, kalau jongkok itu tidak berubah diam di satu tempat,” paparnya.

Program re-routing dan konversi tiga angkot menjadi satu bus, menurut para mahasiswa hanya janji janji politik dan isapan jempol belaka. Pasalnya, hingga kini tak ada kejelasan kapan direalisasikan.

Para demonstran ini pun mendesak Walikota Bogor untuk segera menuntaskan enam skala prioritas yang dijanjikannya sejak periode pertama kepemimpinan Bima Arya.

“Kami tidak ingin harus menunggu lima tahun lagi yang pada akhirnya dikhawatirkan gagal kembali terselesaikan dan pemerintahan Bima Arya keburu selesai,” tandasnya. (man)

Baca juga

Leave a Comment