Kurang Jumlah Armada, Pengelolaan Sampah di Purwakarta Tidak Maksimal

Tum

Komandan Sektor 13 berharap, pihak atau dinas terkait segara merespon rekomendasinya tersebut. (Foto : Uwes/Praja).

PURWAKARTA– Kurangnya armada pengangkut sampah menjadi salah satu penyebab tidak maksimalnya pengelolaan sampah di Kabupaten Purwakarta. Sehingga seringkali tumpukan sampah seakan dibiarkan petugas kebersihan menumpuk hingga mengakibatkan bau tak sedap di beberapa Tempat Pembuangan Sampah (TPS).

Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika, mengatakan, untuk mengatasi hal itu sebelumnya Pemkab Purwakarta sudah mengagarkan dan meminta bantuan tambahan Armada pengangkut sampah ke Provinsi. Namun hal tersebut belum terealisasi hingga kini.

”Masalahnya armada pengangkut sampah di kita itu terbatas atau kekurangan. Tapi belum lama ini kita sudah anggarkan kembali dan minta ke provinsi tapi dari tahun kemarin dan tahun ini belum juga terealisasi” kata Bupati yang akrab disapa Ambu Anne tersebut. Selasa, (9/7/2019).

Jika sebelumnya, lanjut Ambu Anne, pengelolaan sampah hanya terfokus di pusat kota/Kecamatan Kota Purwakarta, tetapi sejak beberapa tahun terakhir semua kecamatan meminta pengelolaan sampahnya dikelola juga. Sementara untuk petugas saat ini yang berjumlah sekitar 250 orang sudah cukup, hanya saja tetap tidak berarti jika tidak di dukung dengan armada yang mencukupi.

”Meski kita petugas nya mencukupi, tapi Armada nya sangat tidak memadai untuk mengangkut sampah di 17 kecamatan di Kabupaten Purwakarta. Tahun ini kita anggarkan 2 Dum Truck dan Dua Mobil kecil ke provinsi mudah mudahan segera terealisasi” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, nyaris dua pekan, tumpukan sampah di Jalan Warungjeruk tepatnya di Kampung Babakan RT 16/08 Desa Warungjeruk Kecamatan Plered, Purwakarta tak juga mendapat respon dari dinas terkait di Kabupaten Purwakarta.

Komndan Sektor 13 Satgas Citarum Harum, Kolonel Inf. Nazwardi Irham mengaku sudah mengirimkan surat rekomendasi penarikan sampah tersebut kepada pihak Pemkab Purwakarta tidak lama sejak dikumpulkannya sampah yang didominasi oleh sampah rumah tangga itu.

“Nampaknya sampai saat ini belum ada tanggapan,” ungkap Nazwardi

Komandan Sektor 13 berharap, pihak atau dinas terkait segara merespon rekomendasinya tersebut, sebab pihaknya khawatir jika dibiarkan lebih lama lagi akan menjadi penyebab timbulnya penyakit di masyarakat. (wes/tif).

Baca juga

Leave a Comment