fbpx

Kue Simping, Kuliner Khas Purwakarta dengan Resep Asli Warisan Leluhur

Salah Satu Pegawai Tengah Membungkus Simping Siap Dijual. (Foto : Uwes/Praja).

PURWAKARTA-Kue Simping, menjadi jajanan khas yang menjadi ikon panganan legendaris Kota Purwakarta. Dengan berbahan dan cara pembuatan yang sederhana, simping merupakan makanan sehat bebas dari zat pengawet yang mudah diperoleh di pusat kota kabupaten terkecil kedua di Jawa Barat tersebut.

Prasastijabar.com coba mendatangi dan melihat proses pembuatan simping di salah satu tempat produksi yang berada di jalan Doktor Mr Kusumatmaja, Kelurahan Cipaisan, Kecamatan Purwakarta.

Di sana, para pegawai tengah sibuk menuangkan adonan ke sebuah alat terbuat dari besi capit diatas api menyala. Satu persatu simping pun kemudian dimasukan ke dalam wadah. Simping kemudian dibawa ke ruang pengemasan sebelum nantinya dipasarkan.

“Simping ini saya kasih merk Teh Ina, Ina sendiri nama panggilan akrab saya,” ujar Rina Mardiana, pemilik salah satu produksi Simping ditemui di kediamannya, Rabu (14/8/2019).

Teh Ina mengatakan, teknik membuat simping tidak sembarangan orang bisa. Pegawai harus memiliki keahlian, ketekunan, kecepatan dan seni tinggi. Untuk tenaga kerja, dirinya mendatangkan pegawai dari luar kabupaten seperti Garut dan Karawang.

Simping Teh Ina menawarkan delapan varian rasa, yaitu rasa kencur, cabe, keju, bawang, nangka, strowberi, pandan dan rasa coklat.

“Simping milik saya ini rasanya berbeda dengan yang lain, ada rasa khas yang tidak bisa dihilangkan, karena saya mempertahankan bahan baku asli dari warisan leluhur,” kata Teh Ina.

Diketahui, Bahan baku oleh-oleh khas Purwakarta ini berbahan Aci gunung, aci 55, terigu, garam, masako, gula merah, kencur. Kemudian bawang daun dan bawang putih diblender. Setelah itu kemudian ditambah santan lalu diaduk.
Home industri milik Teh Ina mampu produksi lebih dari 30 ribu bungkus simping setiap bulannya. Hasil dari penjualan simping itu Teh Ina meraup untung hingga Rp15 juta.

“Selain dijajakan di tiga toko, simping saya juga dikirim ke luar kota, seperti Bandung dan Jakarta,” pungkas Teh Ina. (wes/tif).

Baca juga : Kemarau Panjang, Pemkab Purwakarta Ajak Petani Tanam Padi Gogo, Apa Kelebihannya?

Baca juga

Leave a Comment