Kreatif, ASN di Kota Bogor Ciptakan Tungku Pembakar Sampah Penghasil Pupuk

CIPTAAN ASN: Inilah tungku ciptaan ASN Kota Bogor yang bisa menghasilkan pupuk.

BOGOR – Seorang staf Kecamatan di Kota Bogor, menggagas tungku pembakar sampah. Gagasan Aparatur Sipil Negara (ASN) bernama Hari Rahmawanto ini, berawal dari keprihatinan melihat banyaknya tumpukan sampah rumah tangga yang tidak dapat terangkut oleh petugas kebersihan.

“Dari situ saya hanya berpikir bagaimana sampah-sampah ini bisa habis dimusnahkan. Salah satunya dengan cara dibakar,” ungkap Heri saat ditemui prasastijabar.com, Rabu (31/7/2019).

Tungku tersebut lanjut dia, dibuat permanen berbahan plat eiser dengan ukuran hingga cerobong asap setinggi 3,5 meter dengan diameter 60 x 60 sentimeter. Satu unit tungku mampu membakar sebanyak satu ton sampah organik selama tiga jam.

“Ini bisa membakar sampah rumah tangga untuk satu RW. Dan hasil pembakarannya mencapai 25 kilogram dan dapat dijadikan pupuk organik,” jelas Heri.

Sejauh ini, sudah puluhan unit tungku yang ia buat dan digunakan oleh masyarakat, diantaranya tiga unit ia sumbangkan untuk 3 RW di wilayah Caringin Kabupaten Bogor dan beberapa unit di Tanah Baru Kota Bogor.

“Belum lama ini saya juga mengirim bebebrapa unit atas permintaan masyarakat Badung, Bali,” katanya.

Untuk pembuatan satu unit tungku pembakar sampah ini, Heri bisa menghabiskan dana sebesar Rp. 2 juta. Sedangkan untuk terus dapat berproduksi, dirinya juga menjual kepada pihak lain yang membutuhkan seharga Rp.3 juta.

“Itu pun untuk yang ingin mengolah sampahnya secara individu saja,” singkatnya.

Kendati begitu, Heri berkeinginan hasil karyanya itu bisa dimanfaatkan oleh masyarakat yang lebih luas. Karennya, ia mengharapkan adanya ukuran pemerintah daerah untuk memfasilitasi dirinya dengan kalangan akademisi, guna melakukan kajian terhadap tungku karyanya itu.

“Pak Wali Kota (Bima Arya, Red.) sudah meninjau langsung dan saya diminta untuk mempresentasikannya tapi harus disertai hasil kajian. Saya sih berharap Pak Wali bisa memfasilitasi saya dengan kalangan akademisi untuk melakukan kajian,” tutup Heri. (man/naz)

Baca juga

Leave a Comment