Kemenag Kabupaten Purwakarta Tingkatkan Kompetensi Penyuluh Agama Islam

Penyuluh Agama Islam tengah mengikuti pembinaan peningkatan kompetensi Di Gedung Dakwah Purwakarta. (Foto : Uwes/Praja).

PURWAKARTA-Ratusan penyuluh agama Islam Non PNS, mendaptakan pembinaan dan peningkatan kompetensi yang di gelar Forum Komunikasi Penyuluh Agama Islam (FKPAI) Kementerian Agama di Aula Gedung Dakwah, Jalan Ahmad Yani, Cipaisan, Purwakarta, Rabu (17/7/2019).

Kegiatan tersebut berlangsung dihadiri Kepala Kemenag Purwakarta, Tedi Ahmad Junaedi dan Kabid Penerangan Agama Islam, Zakat, Wakaf Kantor Wilayah kemenag Provinsi Jawa Barat, H. Fathoni, sebagai narasumber.

Ketua FKPAI Kabupaten Purwakarta, Eep Supriyadi, mengatakan, penyuluh Agama Islam membidangi delapan kategori, di antaranya zakat wakaf, keluarga sakinah, kerukunan umat, dan baca tulis Alquran.

Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengembalikan penyuluh agama tentang tugas dan fungsi (Tufoksi) sesuai bidang masing-masing dari delapan kategori itu.

“Di Purwakarta ada 138 penyuluh, hari ini kita maksimalkan pemahaman soal delapan kategori itu,” ujar Eef, ditemui disela-sela acara.

Menurutnya, pembinaan ini dianggap penting bagi para penyuluh untuk menguatkan ideologi masyarakat sesuai yang diamanatkan UU 1945. Selain itu, penyuluhan ini juga diharapkan dapat memberikan pengetahuan lebih kepada mereka yang nantinya disampaikan kepada masyarakat

“Mereka sebetulnya sudah profesional, meski begitu kami ingin menguatkan kembali dalam segala hal,” ujar Eef.

Kepala Kemenag Purwakarta, Tedi Ahmad Junaedi menyebutkan, penyuluh Agama Islam saat ini belum semua di setiap desa. Saat ini baru satu kecamatan delapan orang, kedepan akan dimaksimalkan.

“idealnya sih penyuluh itu setiap desa ada, itu yang menjadi pekerjaan rumah kita ke depan mengusahakan setiap desa ada,” singkat Tedi. (wes/tif).

Baca juga

Leave a Comment