Jelang Haul, Makam Mama Sempur Dipadati Peziarah

Peziarah Padati Akses Jalan Menuju Komplek Makam Mama Sempur.

PURWAKARTA – Seminggu jelang Haul, ribuan peziarah mulai padati Komplek makam KH. Tubagus Ahmad Bakri bin Tubagus Seda, atau lebih dikenal dengan sebutan Mama Sempur yang berlokasi di Desa Sempur, Kecamatan Plered, Purwakarta.

Dari pantauan Prasastijabar.com, peziarah yang didominasi warga dari luar daerah tersebut mulai berdatangan ke makam komplek Mama Sempur tersebut sejak sepekan terakhir.
Banyaknya para peziarah hingga membuat arus lalu lintas di ruas jalan yang menuju tempat tersebut tak jarang terjadi kepadatan kendaraan.

Salah seorang peziarah, Nunung (42) mengaku, tidak datang sendiri, melainkan rombongan bersama sanak saudara. “Hampir setiap tahun haul Mama Sempur, saya suka menyempatkan diri berziarah ke sini,” kata warga asal Kabupaten Bandung Barat itu, Rabu (24/7/2019).

Diketahui, puncak acara haul Mama Sempur jatuh pada 28 Juli 2019 mendatang. Pada puncak acara para peziarah diprediksi akan lebih meningkat dibandingkan hari biasa. Sehingga mereka memutuskan berziarah lebih awal.

“Biasanya kalau pas hari H para peziarah lebih banyak, makanya saya bersama rombongan memutuskan berziarah sebelum puncak acara,” ujar Nur Hidayah (34), peziarah lain asal Kabupaten Cianjur.

Terpisah, Sekcam Plered, Akim Mustopa mengatakan, makam Mama Sempur adalah salah satu wisata religi di Kabupaten Purwakarta khususnya di Kecamatan Plered yang mampu menyedot perhatian wisatawan dari berbagai daerah.

Apalagi pada peringatan haul seperti saat ini komplek makam Mama Sempur tak pernah sepi pengunjung. Baik sebelum hingga beberapa hari setelah puncak acara para peziarah terus berdatangan.

“Atas keramaian para peziarah itu warga setempat memanfaatkannya untuk mengais rezeki, dan itu merupakan tradisi tahunan, keberkahan untuk warga di Desa Sempur,” kata Akim.

KH Tubagus Ahmad Bakri, Tokoh dan Guru Sufi Purwakarta

Ahmad Bakri, lebih dikenal dengan sebutan Mama Sempur. Mama merupakan istilah bahasa sunda yang berasal dari kata rama artinya Bapak. Dikalangan masyarakat Jawa Barat, kata Mama ini biasanya disematkan kepada Ajengan atau Kiai sehingga sebutannya menjadi Mama Ajengan atau Mama Kiai. Sementara Sempur adalah sebuah Desa yang ada di Kecamatan Plered, Purwakarta.

Mama Sempur lahir di Desa Citeko, Kecamatan Plered, Purwakarta pada tahun 1259 H atau bertepatan dengan tahun 1839 M. Beliau merupakan putera pertama dari pasangan KH Tubagus Sayida dan Umi, selain KH Tubagus Ahmad Bakri dari pasangan ini juga lahir Tb Amir dan Ibu Habib. (wes/naz)

Baca juga

Leave a Comment