Festival “Ngarak Awug”, Cara Warga Purwakarta Melestarikan Kuliner

PAWAI: Salah satu perwakilan desa yang “Ngarak Awug” dan dipamerkan ke masyarakat Purwakarta.

PURWAKARTA – Ribuan masyarakat Purwakarta berpartisipasi dalam acara festival “Ngarak Awug” yang merupakan rangkaian dari acara hari jadi Purwakarta ke 188 dan Kabupaten Purwakarta ke 51.

Dari pantauan Prasastijabar.com di lokasi acara, peserta Ngarak Awug yang di dominasi perwakilan dari pemerintahan desa dan OPD Purwakarta tersebut, datang di lokasi yang telah ditentukan dengan membawa kuliner khas masyarakat sunda yaitu Awug dan hasil bumi lainnya.

Awug merupakan kuliner khas masyarakat sunda yang berbahan dasar tepung beras.

“Ikut berpartisipasi aja, apalagi ini kan hari jadi Purwakarta, kita sangat mendukung apalagi yang kita angkat sekarang kuliner khas sunda yaitu Awug, mudah mudahan dengan acara seperti ini masyarakat terutama kaum milenial sadar dan tahu bahwa kita pun sebenarnya punya makanan khas yang tidak kalah enak dengan makanan luar negri atau kekinian lah,” ujar Akhmad Sodikin (34), Ketua Bamusdes Desa Nangewer, Kec darangdan yang turut berpartisipasi dalam acara tersebut. Sabtu, (27/7/2019) petang.

Senada, Maman (47) ketua RW Desa Cisarua, Kecamatan Tegalwaru, yang juga turut meramaikan acara Ngarak Awug tersebut, mengaku penting acara serupa dilakasanakan sebagai upaya pemerintah melestarikan kuliner khas daerah. 

“Sangat mendukung maknya kita dari desa Cisarua Kecamatan Tegalwaru turut berpartisipasi. Ini bagian dari ajakan pemerintah untuk melestarikan makanan khas yang dulu melegenda di masyarakat sunda tapi kini dilupakan, apalagi anak sekarang jarang yang tahu, apa itu Awug,” terang Maman.

Sementara itu, Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika mengaku kagum melihat antusias warga yang mendukung acara tersebut.
Anne berharap, Awug yang dibawa masyarakat tidak terbuang dan mempersilahkan warga Purwakarta mencicipi kuliner khas tersebut.

”Antusiasnya sangat luar biasa, nanti kita siapakan meja-meja di pinggir jalan, jadi jika ada peserta yang pegal membawa awug bisa istirahat dan menyimpan awugnya di atas meja tersebut. Masyarakat bisa memakannya, silahkan. Pokonya jangan sampai ada awug yang terbuang. Itu mubadzir,” ujar Anne.

Adapun Ngarak Awug yang rencananya dimulai pukul 19.30 Wib itu, di mulai dari Jalan Raya Pembaharuan (Patung Egrang) dan berakhir di Jalan Raya RE Martadinata (pertigaan Pemda) Kabupaten Purwakarta. 

“Nanti masyarakat dengan membawa Awug dan hasil pertanian lainnya akan melakukan pawai dari pertigaan patung egrang hingga pertigaan kantor Pemda. Diharapkan masyarakat tertib karena ini bukan hanya perayaan hari jadi Purwakarta saja tapi seluruh masyarakat khususnya Purwakarta,” pungkas Anne. (wes/naz)

Baca juga

Leave a Comment