Duh, Pertunjukan Air Mancur Taman Sri Baduga Berhenti Beroperasi, Ini Sebabnya

MENYUSUT: Volume air di Sotu Buleud Taman Sri Baduga menyusut mengakibatkan tidak adanya pertunjukan air mancur.

PURWAKARTA – Imbas dari penghentian operasi wisata Taman Air Mancur Sri Baduga Kabupaten Purwakarta, UKM di sekitar lokasi yang memanfaatkan keramaian wisatawan menjadi kehilangan konsumen.

Air mancur Sri Baduga yang merupakan salah satu icon wisata di kabupaten terkecil kedua di Jawa Barat itu, kini dihentikan pengoperasiannya sementara karena debit air di lokasi tersebut terjadi penyusutan terdampak musim kemarau.

Bahkan tidak sedikit pula wisatawan yang telah berkunjung ke Purwakarta kecewa lantaran tidak mengetahui jika Taman Air Mancur Sri Baduga tidak beroperasi. 

Presiden Direktur International Countil For Small Businees (ICSB) Purwakarta Nicolaas Johannes mengatakan, seharusnya pemerintah mempertimbangkan itu sebelum penutupan sementara dilakukan. UKM yang memanfaatkan keramaian wisatawan menjadi kehilangan konsumen.

“Saya tidak tahu berapa persen, cuman kelihatannya UKM menurun karena wisatawan berkunjung ke Purwakarta juga menurun,” ujar dia, Jumat (2/8/2019).

Ia menilai, pemerintah bisa melakukan upaya lain agar taman air mancur tetap beroperasi, semisal kerja sama dengan Perum Jasa Tirta (PJT) II Jatiluhur atau Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) untuk menambah debit air di Situ Buleud tempat air mancur beroperasi.

Meskipun lanjut dia memerlukan biaya yang besar, tapi ia meyakini dampaknya lebih besar terhadap perekonomian masyarakat lokal.

“Icon Destinasi wisata seharusnya dipertahankan dalam kondisi cuaca apa pun, karena yang nama icon itu pasti banyak penyedot wisatawan yang berdampak besar terhadap semua hal, misal peningkatan UKM, penginapan atau lainnya,” kata dia.

Sementara itu diakui Asisten Daerah (Asda) Bidang Pemerintahan Hukum dan Kesejahteraan Rakyat Entis Sutisna, penghentian sementara air mancur akan mengurangi pendapatan para pedagang khususnya yang beroperasi di festival wisata kuliner akhir pekan. Namun, ia juga tidak bisa mengupayakan untuk mengoperasikan air mancur tersebut.

“Jumlah kunjungan wisatawan sudah pasti berkurang, namun UKM tetap berjalan setiap malam minggu, yah paling tidak memanfaatkan wisatawan lokal Purwakarta,” kata dia.

Soal penarikan air di Perum Jasa Tirta (PJT) II Jatiluhur memungkinkan saja, namun hingga saat ini belum pernah dilakukan mengingat jaringan itu belum tersedia.

“Narik air dari Waduk Jatiluhur itu mahal. Kami belum pernah melakukan itu karena jaringannya belum ada,” kata Entis.

Ke depannya, ia berharap Taman Air Mancur Sri Baduga bisa dikelola pihak swasta agar bisa tetap beroperasi secara mandiri. Selain itu, jumlah penonton pertunjukan air mancur mencapai lebih dari 50 ribu orang per malam.

“Setelah air mancur berhenti beroperasi jumlah pengunjung ke kawasan Situ Buleud berkurang hingga 50 persen,” ucap dia. (wes/naz)

Baca juga

Leave a Comment