Dua Kecamatan di Purwakarta Alami Krisis Air Bersih

Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Kabupaten Purwakarta tengah menyalurkan bantuan air bersih untuk masayarakat.

PURWAKARTA – Dua kecamatan di Kabupaten Purwakarta menjadi wilayah terparah akibat terdampak musim kemarau.
Ratusan kepala keluarga pun mengalami krisis air bersih

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (DPKPB) Kabupaten Purwakarta, Wahyu Wibisono menyebut kekeringan terparah meliputi Kecamatan Jatiluhur dan Kecamatan Tegalwaru .

“Di Kecamatan Tegalwaru ada tiga desa yang mengalami kekeringan, sekitar 617 keluarga atau 963 jiwa yang terdampak kekeringan. Sedangkan di Kecamatan Jatiluhur ada sekitar 225 keluarga yang tersebar di tiga desa yang kesulitan air bersih juga,” kata Wibi sapaan akrabnya. Jumat (2/8/2019).

Dua kecamatan tersebut merupakan dari enam kecamatan lainnya yang terdampak kekeringan. Keenam kecamatan yang mengalami kekeringan itu adalah Kecamatan Jatiluhur, Plered, Tegalwaru, Sukatani, Bojong, dan Maniis.
Keenam Kecamatan itu telah meminta bantuan air bersih sejak Juni 2019 lalu.

“Ada Sekitar 2.011 keluarga yang terdampak dan kurang-lebih 61 ribu liter air bersih dalam sebulan sudah terdistribusikan air di enam Kecamatan, ” ujarnya.

Wibi menambahkan, DPKPB Kabupaten Purwakarta berkoordinasi dengan pihak kecamatan dan desa soal titik pemberian air bersih. Warga dapat mengambil air bersih secukupnya.

“Silahkan masyarakat berkordinasi dengan pemerintah setempat nanti kita distribusikan air seperti buat cuci, buat masak, mandi, dan keperluan rumah tangga lainnya,” jelasnya. (wes/naz)

Baca juga

Leave a Comment