Buntut Bentrok Depan DPRD, Puluhan Mahasiswa Kembali Gelar Aksi ke Polres Purwakarta

Buntut Bentrok dengan Polisi, Puluhan Mahasiswa Datangi Mako Polres Purwakarta. (Foto : Uwes/Praja).

PURWAKARTA-Aliansi mahasiswa dan masyarakat untuk kebenaran (AMMUK) Kabupaten Purwakarta datangi Mako Polres setempat sebagai tindak lanjut dari aksi unjuk rasa mahasiswa di depan gedung DPRD beberapa waktu lalu.

Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Purwakarta sekaligus Koordinator AMMUK, Didin Wahidin mengatakan, kedatangan mahasiswa saat ini untuk audensi dan menjalin sinergitas dengan institusi Polri.

“Khususnya dalam meningkatkan hubungan dengan Polres Purwakarta, agar Purwakarta bersih dari tindak pidana korupsi,” kata Didin, Kamis (8/8/2019).

Hanya saja, kata dia, pada saat momentum aksi 6 Agustus 2019 kemarin, terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Terlebih yang merasakan dampak adalah anggota AMMUK, ada yang terkena pukulan diduga dilakukan anggota Polres Purwakarta.

Baca juga : Demo Pelantikan DPRD Kabupaten Purwakarta Ricuh, Polisi dan Mahasiswa Bentrok

“Anggota kami terpukul, dan kami langsung lakukan tabayyun ke Polres Purwakarta hari ini. Kami minta kasus tersebut ditindaklanjuti, karena bagaimana pun aksi demonstrasi dilindungi oleh undang-undang,” ucap Didin.

Kedatangan puluhan mahasiswa tersebut diterima langsung Kapolres Purwakarta AKBP Matrius di salah satu ruangan Mako Polres dan melakukan dialog kurang lebih dua jam lamanya. Kapolres mengapresiasi kedatangan mahasiswa tersebut sebagai kontrol sosial dan menjadi bahan evaluasi bersama.

“Kami berterima kasih atas pelaksanaan kontrol sosial yang dilakukan oleh mahasiswa. Diharapkan ke depan, dalam penanganan-penanganan demonstrasi, dan penyampaian pendapat di muka umum, Polri bisa lebih komprehensif dalam mengamankan,” kata Kapolres Purwakarta AKBP Matrius usai berdialog dengan mahasiswa.

Polres Purwakarta juga akan melakukan tindakan pengobatan dan penggantian kerugian bagi korban massa aksi. Bila ada kerusakan barang, Polres Purwakarta juga akan melakukan perbaikan ataupun pengadaan baru.

“Dan kami mengapresiasi dukungan mahasiswa terhadap institusi Polri khususnya dalam penanganan kasus-kasus tindak pidana korupsi,” ujarnya.

Baca juga : Pelantikan Anggota DPRD Purwakarta Diwarnai Aksi Demo 

Kapolres juga menegaskan, terkait pengamanan aksi demonstrasi 6 Agustus 2019 di DPRD Purwakarta akan menjadi evaluasi ke depannya. Seperti diketahui, mahasiswa dan aparat kepolisian terlibat aksi dorong-dorongan sampai berakhir ricuh pada saat aksi demonstrasi pelantikan anggota DPRD Purwakarta pada Selasa (6/8/2019) lalu. Beberapa mahasiswa dan anggota Polri pun sempat menjadi korban atas kejadian tersebut. (wes/tif).

Baca juga

Leave a Comment